Pemulung berjalan di antara tumpukan sampah di TPA Cipeucang, Tangerang Selatan. Foto: dok MI/Agung Wibowo.
Dari Sampah Jadi Energi, Begini Proses Kerja PSEL
Ade Hapsari Lestarini • 8 July 2026 11:13
Jakarta: Pemerintah melalui PT Danantara Indonesia gencar mewujudkan transformasi pengelolaan sampah di Indonesia. Visi besar pembangunan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) menjadi bagian dari masa depan energi berkelanjutan.
Jumlah sampah yang terus bertambah setiap hari menjadi tantangan yang membutuhkan solusi nyata. Bali menjadi provinsi pertama yang mengambil langkah baru. Bukan sekadar membangun sebuah fasilitas, tetapi memulai transformasi pengelolaan sampah menuju masa depan yang lebih berkelanjutan.
Melalui penjelasan video saat Peresmian Pembangunan PSEL Bali, Menuju Indonesia Bersih dan Asri, di Bali, Rabu, 8 Juli 2026, melalui teknologi Waste to Energy atau pengolahan sampah menjadi energi listrik, PSEL. Sampah yang sebelumnya bertumpuk dan menjadi beban, akan menjadi bermanfaat dan diproses menjadi energi bersih.
Sampah yang masuk akan dikeringkan dan dibakar dengan proses pembakaran sempurna dengan suhu lebih dari 850 derajat. Suhu ini memastikan senyawa berbahaya terurai dan tidak menguap ke udara.
Panas yang dihasilkan mengubah air menjadi uap yang memutar turbin untuk menghasilkan listrik. Sisa pembakaran melewati sistem penyaringan berlapis yang mengacu kepada standar Industrial Emissions Directive Europe (Standar Emisi Eropa) sebelum dilepas ke udara.

Ilustrasi. Foto: dok MI/Agung Wibowo.
Proyek waste to energy lahir dari Danantara
Kondisi ini bukan lah sebuah eksperimen. Lebih dari 3.100 fasilitas Waste to Energy telah beroperasi di lebih dari 50 negara di dunia. Kini Indonesia melangkah bersama mereka. Lahir dari Danantara dan bergerak bersama pemerintah pusat yakni Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Lingkungan Hidup, Kementerian Dalam Negeri, Kementerian ESDM, dan kementerian terkait lainnya serta pemerintah daerah.
Danantara mengemban mandat untuk memastikan langkah itu nyata. Melalui proses seleksi yang ketat namun bergerak cepat, dengan prinsip kehati-hatian dan tata kelola yang dijaga di setiap tahapnya, Danantara berhasil menjaring mitra teknologi terpilih.
Setelah itu, proyek bergerak masuk ke tahap perjanjian kerja sama (PKS). Bersama pemerintah daerah, proses perizinan, pematangan lahan, hingga persiapan perjanjian jual beli tenaga listrik atau Power Purchasing Agreement PPA dengan PT PLN Persero mulai berjalan.
Meski baru tahap awal, perubahan pun sudah mulai terlihat. Meski demikian, waste to energy atau PSEL bukan satu-satunya jawaban. Bersama, seluruh rantai solusi inilah yang akan menciptakan perubahan.
PSEL bukan sekadar infrastruktur. Karena apa yang dibangun hari ini, akan menjadi peluang bagi Indonesia yang lebih bersih dan lebih asri, untuk generasi sekarang hingga generasi yang akan datang.