Ilustrasi Anadolu
Rusia Gempur Ukraina dengan Drone dan Rudal, Satu Orang Tewas
Muhammad Reyhansyah • 2 July 2026 12:49
Kyiv: Sedikitnya satu orang tewas setelah Rusia melancarkan serangan udara besar-besaran menggunakan pesawat nirawak dan rudal ke ibu kota Ukraina, Kyiv, pada Rabu malam, 1 Juli 2026.
Serangan tersebut memicu evakuasi di sejumlah kawasan permukiman setelah ledakan mengguncang berbagai bagian kota, hanya beberapa jam setelah Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky memperingatkan bahwa Rusia tengah mempersiapkan serangan "besar-besaran".
Wali Kota Kyiv Vitali Klitschko mengatakan, sejumlah warga masih terjebak di bawah reruntuhan sebuah bangunan sembilan lantai yang ambruk akibat serangan.
Di saat yang sama, Polandia mengerahkan jet-jet tempurnya untuk melindungi wilayah udara negara tersebut sebagai langkah antisipasi.
Militer Polandia menyebut pengerahan itu merupakan tindakan “preventif”.
“Langkah-langkah ini bersifat preventif dan bertujuan mengamankan serta melindungi wilayah udara, terutama di kawasan yang berbatasan dengan daerah yang terancam,” tulis militer Polandia melalui X, dikutip dari BBC, Kamis, 2 Juli 2026.
Polandia merupakan anggota North Atlantic Treaty Organization (NATO) yang terikat pada Pasal 5 perjanjian aliansi tersebut, yang menyatakan bahwa serangan terhadap satu negara anggota dianggap sebagai serangan terhadap seluruh anggota. Namun, hingga kini tidak ada laporan mengenai serangan yang menyasar wilayah Polandia.
Belasan orang terluka
Di Kyiv, jejak tembakan sistem pertahanan udara terlihat menerangi langit malam, sementara ledakan dari pesawat nirawak, rudal jelajah, dan rudal balistik terdengar di berbagai penjuru kota.Sejumlah kebakaran juga dilaporkan terjadi di beberapa lokasi. Salah satu fasilitas yang mengalami kerusakan adalah sebuah stasiun ambulans. Insiden tersebut menyebabkan sedikitnya satu orang mengalami luka kritis.
Klitschko kemudian mengatakan jumlah korban luka meningkat menjadi 11 orang dari laporan awal sebanyak enam orang.
Serangan udara pada malam hari itu menjadi serangan besar pertama yang menyasar ibu kota Ukraina dalam lebih dari dua pekan.
Sebelumnya, Zelensky mempersingkat kunjungannya ke Dublin setelah menerima informasi intelijen baru yang menunjukkan bahwa Moskow tengah menyiapkan serangan terhadap Kyiv.