Ilustrasi Medcom.id
Kumpulan Doa Kemarau Panjang agar Turun Hujan, Arab, Latin, dan Artinya
Riza Aslam Khaeron • 2 September 2026 07:00
Jakarta: Musim kemarau masih melanda sebagian besar wilayah Indonesia. Kondisi kering yang berkepanjangan ini bukan hanya menyebabkan penyusutan ketersediaan air bersih, melainkan juga meningkatkan risiko kekeringan hingga kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sekitar 80 persen wilayah Indonesia telah memasuki musim kemarau pada akhir Agustus 2026. Kondisi tersebut memicu kekeringan meteorologis, terutama di kawasan Indonesia bagian selatan.
Dalam ajaran Islam, umat Muslim dianjurkan untuk mendampingi upaya fisik (ikhtiar) dengan pendekatan spiritual saat menghadapi kekeringan, yaitu dengan memperbanyak doa dan memohon ampunan kepada Allah SWT.
Melansir NU Online, ketika kemarau panjang melanda, umat Islam sangat dianjurkan memperbanyak istigfar serta memohon agar Allah kembali menurunkan hujan yang membawa berkah.
Berikut adalah sejumlah doa saat kemarau panjang agar segera turun hujan yang pernah diamalkan oleh Rasulullah SAW.
Anjuran Memperbanyak Istigfar saat Kemarau
Salah satu amalan utama saat menghadapi musibah kekeringan adalah memperbanyak istigfar atau memohon ampunan kepada Allah SWT.Anjuran ini bersumber dari firman Allah dalam Surah Nuh ayat 10–12:
.jpg)
Artinya: “Maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohonlah ampun kepada Tuhanmu, sungguh Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, membanyakkan harta dan anak-anakmu, mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan pula di dalamnya untukmu sungai-sungai.’”
Ayat ini menjadi landasan utama bagi umat Islam untuk memperbanyak permohonan ampunan sewaktu menghadapi kemarau panjang.
1. Doa Rasulullah saat Salat Istisqa
Doa pertama ini berasal dari pembukaan khutbah Salat Istisqa yang dibaca oleh Rasulullah SAW. Salat Istisqa merupakan salat sunah dua rakaat yang dikerjakan khusus untuk memohon petunjuk dan turunnya hujan..jpg)
Alhamdulillahi rabbil 'alamin. Arrahmanir rahim. Maliki yaumid din. La ilaha illallahu yaf'alu ma yurid. Allahumma antallahu, la ilaha illa anta. Antal ghaniyyu wa nahnul fuqara'. Anzil 'alainal ghaitsa waj'al ma anzalta 'alaina quwwatan wa balaghan ila hin.
Artinya: “Segala puji bagi Allah, Tuhan sekalian alam, Maha Pemurah, Maha Penyayang. Yang menguasai hari Pembalasan. Tidak ada tuhan yang layak disembah kecuali Allah. Dia melakukan apa saja yang dikehendaki. Ya Allah, Engkau adalah Allah. Tidak ada tuhan yang layak disembah kecuali Engkau. Engkau Maha Kaya, sementara kami membutuhkan-Mu. Maka turunkanlah hujan kepada kami. Jadikanlah apa yang telah Engkau turunkan sebagai kekuatan dan bekal bagi kami sampai waktu yang ditetapkan.” (HR Abu Dawud)
2. Doa Singkat Memohon Turunnya Hujan
Selain doa khutbah salat, Rasulullah SAW juga pernah memanjatkan doa singkat untuk memohon pertolongan Allah ketika bencana kekeringan terjadi.Dalam sebuah riwayat dikisahkan bahwa saat Rasulullah sedang menyampaikan khutbah Jumat, seorang sahabat datang mengadukan kondisi kekeringan yang menimpa wilayah mereka. Rasulullah kemudian langsung memanjatkan doa berikut:
.jpg)
Allahumma aghitsna, Allahumma aghitsna.
Artinya: “Ya Allah, tolonglah kami. Ya Allah, tolonglah kami.” (HR Muttafaq Alaih)
Lafal ini menjadi salah satu doa singkat yang mudah diamalkan oleh masyarakat ketika membutuhkan pasokan air dan hujan.
3. Doa Memohon Awan dan Hujan
Rasulullah SAW juga diriwayatkan membaca doa istisqa untuk memohon agar Allah mendatangkan gumpalan awan tebal yang dapat menyirami bumi secara merata..jpg)
Allahumma jallilna sahaban, katsifan, qashifan, daluqan, dhahuqan, tumthiruna minhu radzadzan, qith-qithan, sajlan, ya dzal jalali wal ikram.
Artinya: “Ya Allah, ratakanlah hujan di bumi kami, tebalkanlah gumpalan awannya, yang petirnya menggelegar, dahsyat, dan mengilat; sebuah awan yang darinya Engkau hujani kami dengan tetesan deras hujan yang kecil, rintik-rintik, yang menyirami bumi secara merata, wahai Dzat Yang Maha Agung lagi Maha Mulia.” (HR Abu Awanah)
4. Doa Nabi Sulaiman saat Memohon Air
Doa berikutnya berasal dari kisah Nabi Sulaiman AS ketika hendak melaksanakan salat istisqa bersama rakyatnya.Dalam riwayat yang dikutip NU Online, sebelum berdoa, Nabi Sulaiman melihat seekor semut yang menengadahkan tubuhnya ke langit seraya memohon air kepada Sang Pencipta.
Berikut doa yang dipanjatkan:
.jpg)
Allahumma inna khalqun min khalqika, laysa bina ghinan 'an suqyaka.
Artinya: “Ya Allah, kami adalah salah satu makhluk-Mu. Kami tidak dapat berlepas dari ketergantungan terhadap anugerah air-Mu.” (HR Ahmad)
Melihat hal tersebut, Nabi Sulaiman kemudian mengajak rakyatnya kembali karena doa memohon hujan telah dipanjatkan oleh makhluk Allah lainnya.
Bacaan Istigfar saat Kemarau Panjang
Di samping membaca doa-doa di atas, umat Muslim sangat dianjurkan untuk terus mengulang bacaan istigfar selama musim kemarau.Salah satu lafal istigfar yang dibaca pada pembukaan khutbah istisqa menurut mazhab Syafi'i adalah:
.jpg)
Astaghfirullahal 'azhim, la ilaha illa huwal hayyul qayyum, wa atubu ilaih.
Artinya: “Aku memohon ampun kepada Allah Yang Maha Agung. Tiada Tuhan selain Dia Yang Maha Hidup dan Maha Tegak. Aku bertobat kepada-Nya.”
Doa dan istigfar merupakan bentuk ikhtiar spiritual dalam menghadapi kemarau panjang. Kendati demikian, ikhtiar tersebut harus diimbangi dengan aksi nyata di kehidupan sehari-hari, seperti menghemat penggunaan air bersih serta menjaga lingkungan sekitar dari potensi kebakaran.