Iran Ancam Respons Tegas usai Serangan Terbaru AS Tewaskan Sejumlah Warga

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei. (Anadolu Agency)

Iran Ancam Respons Tegas usai Serangan Terbaru AS Tewaskan Sejumlah Warga

Willy Haryono • 2 September 2026 06:39

Teheran: Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Esmaeil Baqaei mengatakan Teheran akan merespons “dengan tegas” setelah serangan Amerika Serikat (AS) menghantam sebuah rumah warga di Kabupaten Sirik, yang menurut Iran digunakan untuk menggelar acara pernikahan.

Dalam unggahan di X pada Rabu, 2 September 2026, Baqaei mengatakan lebih dari 50 pria, perempuan, dan anak-anak tewas atau terluka akibat serangan tersebut.

Ia menyebut serangan itu merupakan bagian dari gelombang serangan AS yang lebih luas terhadap sejumlah wilayah Iran, termasuk Minab, Lamerd, dan Qeshm.

“Daftar kekejaman Amerika Serikat terhadap rakyat Iran kini telah lengkap,” tulis Baqaei, dilansir dari Anadolu Agency.

Baqaei juga mengecam pemerintah dan lembaga internasional yang menurutnya memilih diam atau berupaya membenarkan serangan tersebut.

“Diamnya mereka bukanlah netralitas,” katanya. Ia memperingatkan pihak-pihak yang memilih bungkam bahwa mereka “tidak akan kebal terhadap konsekuensinya di kemudian hari.”

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Komando Pusat Militer AS (CENTCOM) mengumumkan telah melancarkan serangan terhadap target Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) di Iran.

Setelah pengumuman CENTCOM, media Iran melaporkan terdengar sejumlah ledakan di Pulau Qeshm serta di Bandar Abbas, Sirik, Chabahar, dan Konarak.

Televisi pemerintah Iran juga melaporkan Bandara Jiroft di Provinsi Kerman menjadi sasaran serangan.

Wakil Gubernur Provinsi Hormozgan Ahmad Nafisi sebelumnya mengatakan sedikitnya empat orang tewas dan 50 lainnya terluka berdasarkan penilaian awal setelah AS diduga menyerang lokasi acara pernikahan tersebut.

Klaim mengenai lokasi serangan, jumlah korban, serta status target masih berasal dari sumber-sumber Iran dan belum dapat diverifikasi secara independen.

Serangan terbaru tersebut terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran yang telah berlangsung sejak konflik militer kedua negara pecah.

Baca juga: Serangan Terbaru AS Tewaskan Sejumlah Warga di Iran, Lebih dari 50 Terluka

(Willy Haryono)