Serangan Terbaru AS Tewaskan Sejumlah Warga di Iran, Lebih dari 50 Terluka

Serangan terbaru AS menewaskan sejumlah warga di Iran. (Anadolu Agency)

Serangan Terbaru AS Tewaskan Sejumlah Warga di Iran, Lebih dari 50 Terluka

Willy Haryono • 2 September 2026 06:25

Teheran: Gelombang serangan terbaru Amerika Serikat pada Selasa malam menewaskan sejumlah orang di Iran, termasuk seorang anak, dengan lebih dari 50 warga terluka, menurut keterangan Kementerian Kesehatan Iran.

Kepala Pusat Hubungan Masyarakat dan Informasi Kementerian Kesehatan Iran Hossein Kermanpour mengatakan sejumlah warga tewas di Desa Kouhestak, Provinsi Hormozgan.

“Menurut informasi yang disampaikan rekan-rekan saya di Universitas Ilmu Kedokteran Hormozgan, sejumlah warga kami tewas di Desa Kouhestak,” tulis Kermanpour melalui X.

“Seorang anak termasuk di antara mereka yang tewas. Listrik dan layanan telepon saat ini terputus. Lebih dari 50 warga juga terluka. Informasi lebih lanjut akan menyusul,” lanjutnya, dikutip dari Anadolu Agency, Rabu, 2 September 2026.

Kantor berita semi-resmi Iran, Fars, melaporkan sedikitnya dua orang tewas dan 20 lainnya terluka akibat serangan AS terhadap sebuah acara pernikahan di Kota Sirik, Iran selatan. Laporan tersebut mengutip pejabat setempat.

Serangan juga dilaporkan menyasar Kabupaten Konarak serta Kota Jask dan Bandar Lengeh.

Sementara itu, lembaga penyiaran pemerintah Iran, IRIB, melaporkan pasukan AS menyerang sebuah “bandara sipil” di Kota Jiroft, Iran tenggara. Sejumlah ledakan juga terdengar di sebelah timur Bandar Abbas, kota pelabuhan di Provinsi Hormozgan, pada Selasa.

IRIB melaporkan lebih dari lima ledakan terdengar di sekitar Desa Masan di Pulau Qeshm. Empat ledakan lainnya juga terdengar dari arah Selat Hormuz di wilayah Pulau Qeshm.

Ketegangan Iran-AS Terus Meningkat

Ledakan tersebut terjadi ketika ketegangan antara Teheran dan Washington masih tinggi sejak perang pecah dengan serangkaian serangan terhadap Iran pada akhir Februari.

Kedua pihak sebelumnya mencapai kesepakatan kerangka pada Juni melalui mediasi Pakistan dan Qatar. Kesepakatan tersebut mencakup sejumlah isu terkait penghentian permusuhan dan navigasi di Selat Hormuz.

Namun, perbedaan terkait pelayaran di selat tersebut kembali memicu ketegangan. AS kemudian melancarkan kampanye pengeboman selama dua pekan pada Juli dan memberlakukan kembali blokade laut.

Laporan mengenai korban dan kerusakan dalam serangan terbaru tersebut masih berkembang. Klaim dari pihak Iran mengenai target dan jumlah korban belum dapat diverifikasi secara independen.

Baca juga: Trump Ancam Gempur Iran Lagi usai Serangan Rudal dan Drone ke Pangkalan AS

(Willy Haryono)