Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti wilayah Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. (Metro TV/ Akhmad Dian Noor)
Kabut Asap di Sampit Makin Pekat, Jarak Pandang Warga Terbatas
Akhmaddiannor • 18 September 2026 15:00
Sampit: Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali menyelimuti wilayah Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, Jumat, 18 September 2026. Kabut asap terlihat semakin pekat hingga membuat jarak pandang warga terbatas.
Kondisi tersebut juga dirasakan masyarakat yang beraktivitas di sekitar wilayah perairan dan jalur transportasi. Pekatnya asap membuat jarak pandang berkurang sehingga warga harus meningkatkan kewaspadaan saat bepergian.
"Paling jarak (pandang) 10 meter," ucap salah seorang motoris taksi air, Surianto, di Sampit, Jumat, 18 September 2026.
Surianto mengatakan kabut asap pada Jumat pagi ini terasa lebih pekat dibandingkan hari sebelumnya. Kondisi itu membuat penglihatannya terganggu saat beraktivitas.
"Agak terganggu penglihatan kami sehari-hari soalnya kabut," kata Surianto.
Penumpang taksi air, Ahmad Yannor, juga mengaku khawatir ketika harus bepergian dalam kondisi kabut asap tebal. Namun, ia tetap menggunakan taksi air karena transportasi tersebut menjadi salah satu akses untuk berangkat ke sekolah.
"Sangat khawatir takutnya tidak bisa melihat alur sungai, tabrak kapal, dan lain-lainnya," ungkapnya.

Kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menyelimuti wilayah Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. (Metro TV/ Akhmad Dian Noor)
Dalam kondisi kabut yang terlalu pekat, motoris taksi air terkadang memilih menunda keberangkatan hingga jarak pandang membaik. Jika tetap beroperasi, pengemudi mengurangi kecepatan dan meningkatkan kewaspadaan untuk menghindari risiko kecelakaan.
Warga berharap kabut asap yang menyelimuti Sampit segera berkurang sehingga aktivitas masyarakat dapat kembali berjalan normal. Kondisi tersebut juga diharapkan tidak semakin meluas seiring masih berlangsungnya musim kemarau dan potensi karhutla di wilayah Kotawaringin Timur.