Banjir dan Longsor Terjang Aceh, Gubernur Peringatkan Waspada Bencana

Alat berat sedang membuka akses jalan tertimbun longsor di kawasan Sanehen Kecamatan Silih Nara Kabupaten Aceh Tengah pasca dilanda bencana, Senin (14/9/2026). ANTARA/HO/Humas BPBA

Banjir dan Longsor Terjang Aceh, Gubernur Peringatkan Waspada Bencana

Lukman Diah Sari • 15 September 2026 15:23

Banda Aceh: Wilayah Aceh mulai kembali dilanda banjir dan longsor. Gubernur Aceh Muzakir Manaf mengingatkan masyarakat serta seluruh pihak terkait untuk mewaspadai potensi bencana saat hujan deras.

"Gubernur minta seluruh pihak agar waspada potensi bencana, karena sekarang musim hujan. Bencana hidrometeorologi setahun lalu membuat tanah di kawasan bencana belum kokoh dan labil,” kata Juru Bicara Pemerintah Provinsi Aceh Nurlis Effendi di Banda Aceh, Selasa, 15 September 2026, melansir Antara.

Berdasarkan laporan yang diterima, bencana banjir dan longsor mulai kembali melanda Aceh dalam dua hari terakhir di wilayah dataran tinggi Aceh yakni Kabupaten Gayo Lues, Aceh Tengah, dan Aceh Tenggara. Laporan Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), bencana pertama terjadi di Gayo Lues pada Minggu siang, 13 September 2026, yakni banjir di Desa Badak dan Desa Rigeb, Kecamatan Dabun Gelang. Sedangkan tanah longsor terjadi di Kecamatan Putri Betung. Ruas jalan Blangkejeren - Kutacane tidak dapat dilalui akibat material longsor.

Kemudian bencana banjir menular ke Aceh Tenggara terjadi Minggu malam, 13 September 2026. Lokasi bencana menimpa 11 desa yang tersebar dalam lima kecamatan. Dampaknya, rumah warga terendam lumpur, jembatan terdampak, tanggul jebol, akses jalan dan fasilitas umum terganggu.

Lalu di Aceh Tengah, bencana longsor terjadi pada Senin dini hari, 14 September 2026, tersebar di empat kecamatan. Dampaknya, 13 orang luka-luka, dan satu orang meninggal dunia. Seluruh korban luka dirawat di RSUD Datu Beru.

"Dilaporkan, saat ini sudah dilakukan upaya penanganan evakuasi korban dan pembersihan material longsor. Selain itu juga pemantauan kondisi wilayah dan pendataan lanjutan," ujar Nurlis.

Nurlis menuturkan berdasarkan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) wilayah Aceh berada dalam status waspada dengan potensi hujan berintensitas sedang-lebat mulai September ini.

Ilustrasi-Warga membersihkan material longsor yang menutupi bangunan rumah akibat tanah longsor di Kecamatan Tamako. ANTARA/HO-Dokumentasi pribadi

Karena itu, lanjut dia, Gubernur Aceh meminta adanya langkah mitigasi dan kesiapsiagaan sejak dini. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Aceh bersama seluruh unsur terkait perlu memastikan kesiapan menghadapi kemungkinan terjadinya bencana, termasuk koordinasi dan respons cepat di lapangan.

Pihaknya juga menekankan pentingnya sinergi dan dukungan seluruh unsur Forkopimda Aceh, termasuk TNI dan Polri, bersama pemerintah kabupaten/kota, dan instansi terkait, serta perguruan tinggi negeri dan swasta sama memperkuat kesiapsiagaan ini.

"Kolaborasi penting untuk memperkuat kesiapsiagaan, mempercepat respons di lapangan, dan memastikan keselamatan masyarakat menjadi prioritas bersama," kata Nurlis.

(Lukman Diah Sari)