Pegawai DLH Karanganyar Ditemukan Tewas di TPS Usai Empat Hari Hilang

Ilustrasi penemuan mayat/MI

Pegawai DLH Karanganyar Ditemukan Tewas di TPS Usai Empat Hari Hilang

Triawati Prihatsari • 23 July 2026 17:55

Karanganyar: Seorang pegawai harian lepas Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Karanganyar ditemukan meninggal dunia dalam kondisi membusuk setelah empat hari dilaporkan hilang. Korban berinisial SW (42) menghilang sejak 18 Juli 2026.

"Tubuh korban sudah mengalami pembusukan, ditandai perubahan warna kebiruan pada wajah, leher hingga kaki sudah mulai terjadi pembengkakan," ungkap Petugas Puskesmas, Rini Wahyu, di Karanganyar, Kamis, 23 Juli 2026.

SW ditemukan meninggal dunia di tempat penampungan sampah (TPS) yang telah lama tidak difungsikan, Rabu, 22 Juli 2026. Berdasarkan keterangan keluarga, korban terakhir berpamitan dari rumah untuk membuang sampah dan mematikan lampu sekitar pukul 04.00 WIB, Sabtu, 18 Juli 2026.
 


Namun hingga siang hari, korban yang merupakan warga Papahan, Tasikmadu, Karanganyar, tak kunjung pulang. Tak lama kemudian, polisi menerima laporan terkait penemuan mayat di TPS Pandes, Badranasri, Cangakan.

Korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar empat hari sebelum ditemukan. Hasil pemeriksaan visual juga menemukan adanya pendarahan yang sudah mengering di bagian belakang kepala.

"Tidak ada tanda-tanda kekerasan fisik yang terlihat. Namun kondisi jenazah yang sudah membusuk membuat pemeriksaan tidak bisa dilakukan secara maksimal," beber Rini. 


Ilustrasi - Penemuan jenazah. (ANTARA/HO).


Kepala Dinas Lingkungan Hidup Karanganyar Sunarno membenarkan korban merupakan pegawai THL (tenaga harian lepas) yang telah mengabdi sekitar 12 tahun. Korban tengah menjalani masa pemulihan usai serangan stroke beberapa bulan terakhir. 

"Beliau sudah bekerja di DLH sekitar 12 tahun. Empat bulan terakhir memang mengalami serangan stroke. Kami bersama teman-teman rutin memberikan semangat dan menjenguknya," ujar Sunarno. 

Jenazah korban ditemukan setelah petugas pengangkut sampah mencium bau menyengat dari sebuah TPS yang sudah tidak digunakan selama lebih dari dua tahun. Saat pintu TPS dibuka, petugas mendapati korban telah meninggal dunia di dalam bangunan tersebut.

(Silvana Febiari)