BNPB: Karhutla di Aceh Barat Terkendali, Modifikasi Cuaca Dilakukan

Karhutla di Kabupaten Aceh Barat, Aceh. Foto: Istimewa

BNPB: Karhutla di Aceh Barat Terkendali, Modifikasi Cuaca Dilakukan

Lukman Diah Sari • 7 June 2026 20:59

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyebut bahwa kondisi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Aceh Barat, Provinsi Aceh, cukup terkendali. Hingga Sabtu, 6 Juni 2026, proses penanganan karhutla di kawasan Bubon dan sekitarnya terus dilakukan. 

"Di beberapa lokasi masih terlihat sisa kepulan asap dan sejumlah titik api aktif. Kendala di lapangan berupa angin kencang yang menyebabkan api mudah menyebar serta asap tebal yang memengaruhi jarak pandang," jelas Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, dalam keterangan resmi, Minggu, 7 Juni 2026.

Abdul menerangkan, tim BPBD Kabupaten Aceh Barat melakukan pemadaman menggunakan tiga unit mesin di tiga titik lokasi. Selain itu, Tim TNI dan Polres Aceh Barat yang mengerahkan satu unit mesin pemadam di satu titik lainnya.

Sebelumnya, tutur Abdul, warga melaporkan adanya karhutla di beberapa titik di wilayah Kabupaten Aceh Barat sejak 30 Mei 2026.  Luas lahan yang terbakar tercatat sekitar 24,1 hektare, dengan rincian:
  1. Kecamatan Bubon sekitar 20 hektare
  2. Kecamatan Johan Pahlawan sekitar 1,5 hektare
  3. Kecamatan Arongan Lambalek sekitar 1 hektare
  4. Kecamatan Meureubo sekitar 1,6 hektare

"Dari total tersebut, area yang berhasil dipadamkan mencapai sekitar 16 hektare di Kecamatan Bubon (80 persen), sementara di Kecamatan Johan Pahlawan, Meureubo, dan Arongan Lambalek pemadaman telah mencapai 100 persen," jelas dia.

Operasi Modifikasi Cuaca Dilakukan

Sementara itu, kata Abdul, cuaca di lokasi terpantau berawan. Rencana operasi water bombing masih dalam proses, namun pelaksanaannya ditunda karena kondisi cuaca di sekitar Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) dan jalur penerbangan menuju Aceh Barat kurang bersahabat.

"Sebagai upaya penanganan lanjutan, BNPB juga melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) untuk mendukung pemadaman karhutla di wilayah tersebut," jelas dia.

Ilustrasi-Operasi modifikasi cuaca di Jambi. (Dok BNPB)

Merespons kejadian bencana hidrometeorologi kering yang semakin meningkat, BNPB mengimbau masyarakat dan pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana seperti kekeringan dan karhutla.

BNPB mengajak seluruh pihak untuk menghemat penggunaan air bersih, menjaga sumber mata air, serta menghindari pembukaan lahan dengan cara dibakar karena dapat memicu meluasnya karhutla.

Pemerintah daerah diminta memperketat pengawasan di wilayah rawan, mempercepat pemadaman dini jika ditemukan titik api, serta mengaktifkan posko dan patroli terpadu bersama TNI, Polri, dan relawan. Masyarakat juga diimbau untuk terus memantau informasi dari sumber resmi dan tepercaya, seperti BNPB, BPBD, dan BMKG.

(Lukman Diah Sari)