Ilustrasi ISPA. Foto: Medcom.id.
Warga Kabupaten Tangerang Waspada Polusi Pemicu ISPA dan Heat Stroke
Silvana Febiari • 12 August 2026 16:07
Kabupaten Tangerang: Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten, mengimbau masyarakat mewaspadai dampak paparan polusi selama musim kemarau. Kondisi tersebut dapat memicu peningkatan kasus Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan serangan panas (heat stroke).
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi meminta masyarakat mewaspadai cuaca ekstrem agar tidak berdampak pada kesehatan.
"ISPA itu sebenarnya suatu penyakit yang tidak berbahaya, cuma itu jadi indikator bagi Dinas Kesehatan. Kalau penanganan ISPA tidak bagus, dia akan melangkah ke bronkopneumonia. Kalau pada balita atau orang tua bisa menyebabkan kematian," kata Hendra, dilansir dari Antara, Rabu, 12 Agustus 2026.
Baca Juga :
Ia mengatakan cuaca panas berpotensi meningkatkan paparan polusi dari berbagai aktivitas, seperti pembakaran sampah dan kegiatan industri. Masyarakat diingatkan tetap waspada karena paparan polusi dapat mengganggu saluran pernapasan dan meningkatkan risiko ISPA.
Untuk menekan penularan, ia mengajak masyarakat aktif melakukan pencegahan mandiri di tengah cuaca yang tidak menentu. Masyarakat disarankan menjauhi sumber paparan seperti debu, asap kendaraan, dan asap pembakaran.
"Kemudian menjaga daya tahan tubuh dengan tidak begadang, berhenti merokok, memperbanyak konsumsi sayur dan buah, serta rutin minum air putih," ujarnya.
Masyarakat yang mengalami ISPA hingga heat stroke disarankan tidak hanya mengandalkan pengobatan mandiri di rumah. Segera periksakan diri ke dokter atau fasilitas kesehatan terdekat untuk mencegah komplikasi pada saluran pernapasan bagian bawah.
Pihaknya juga menyoroti potensi ISPA pada anak-anak dan balita akibat cuaca serta paparan asap di lingkungan rumah. Paparan asap rokok menjadi salah satu faktor yang perlu diwaspadai.
"Kami pun mengingatkan orang tua agar mengontrol jajanan anak, seperti; minuman es yang berlebihan, permen dan makanan manis dengan kandungan pemanis buatan atau bahan perisa, konsumsi makanan tersebut dinilai turut memicu dan mempermudah timbulnya radang saluran pernapasan pada anak," ungkapnya.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Tangerang, Hendra Tarmizi mwmberikan keterangan resmi terkait penanganan kasus ISPA di Tangerang. ANTARA/Azmi Samsul M
Berdasarkan laporan periode Januari hingga Mei 2026 tercatat sebanyak 51.300 orang di Kabupaten Tangerang terindikasi terpapar infeksi saluran pernapasan akut (ISPA).
Infeksi yang menyerang pernapasan bagian atas hingga dua saluran utama sistem pernapasan (bronkus) ini terjadi peningkatan yang cukup tinggi pada bulan Februari yang menyentuh hingga angka 11.092 penderita.
Kemudian, pada bulan Januari terdapat 10.381 penderita, Maret 8.910 penderita, April 10.657 penderita, dan Mei sebanyak 10.260 penderita.
"51 ribu kasus itu memang jumlahnya gabungan dari seluruh rumah sakit dan puskesmas yang lapor ke Dinkes," papar dia.