Ilustrasi. Foto: dok MI.
IHSG Sore Ini Ditutup Turun 0,69% ke Level 6.365, Apa Penyebabnya?
Ade Hapsari Lestarini • 10 August 2026 17:48
Jakarta: Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup melemah pada perdagangan Senin, 10 Agustus 2026, seiring kombinasi sentimen domestik dan global.
IHSG turun 44,28 poin atau 0,69 persen ke posisi 6.365,37. Sementara itu, indeks LQ45 melemah 6,16 poin atau 0,96 persen ke posisi 634,13.
"Pergerakan IHSG dipengaruhi katalis sentimen eksternal dan juga internal," ujar Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus alias Nico dalam kajiannya, dilansir Antara, Senin, 10 Agustus 2026.
Sementara dari dalam negeri, hasil survei Bank Indonesia (BI) menunjukkan Indeks Keyakinan Konsumen (IKK) Juli 2026 turun menjadi 116,8 dari 117,8 pada Juni 2026. Meskipun masih berada pada level optimistis karena di atas 100, penurunan IKK memberikan indikasi konsumen mulai lebih berhati-hati terhadap kondisi ekonomi rumah tangga.
Penurunan tersebut juga tercermin pada Indeks Kondisi Ekonomi Saat Ini (IKE) dan Indeks Ekspektasi Konsumen (IEK). Keduanya masih berada pada level optimistis, masing-masing sebesar 107,9 dan 125,7, meski turun dari bulan sebelumnya yang masing-masing sebesar 109,2 dan 126,4.
Sedangkan dari mancanegara, bursa regional Asia cenderung menguat setelah laporan ketenagakerjaan Amerika Serikat (AS) lebih lemah dari perkiraan. Kondisi tersebut meredakan ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada September 2026.
Jumlah pekerjaan nonpertanian AS secara tak terduga turun 23 ribu pada Juli 2026. Revisi penurunan tajam pada dua bulan sebelumnya juga menandakan pelemahan kondisi pasar tenaga kerja.
Pelaku pasar kini memperkirakan sekitar 44 persen kemungkinan kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September 2026, turun dari 67 persen sepekan sebelumnya. Pasar selanjutnya mencermati data inflasi AS yang akan dirilis pekan ini untuk memperoleh petunjuk tambahan mengenai arah kebijakan moneter The Fed.

Ilustrasi papan perdagangan di BEI. Foto: dok MI.
Pelaku pasar terus memantau perkembangan di Timur Tengah
Di sisi lain, pelaku pasar terus memantau perkembangan di Timur Tengah. Iran membantah telah mengadakan pembicaraan langsung dengan AS, meskipun Washington menyatakan kesepakatan sudah dekat.
Teheran juga mempertahankan tuntutan untuk mengakhiri blokade angkatan laut AS, mencabut sanksi, serta memberikan kompensasi atas kerusakan akibat perang sebelum menyetujui kesepakatan. Kekhawatiran terhadap pasokan juga meningkat setelah kelompok Houthi yang bersekutu dengan Iran menyatakan telah menyerang kilang Jazan milik Saudi Aramco.
Dibuka menguat, IHSG kemudian bergerak ke teritori negatif hingga penutupan sesi pertama. Pada sesi kedua, IHSG tetap berada di zona merah hingga akhir perdagangan. Berdasarkan indeks sektoral IDX-IC, dua sektor menguat. Sementara itu, sembilan sektor melemah dengan sektor kesehatan mencatat penurunan terdalam sebesar 0,60 persen.
Saham-saham yang mengalami penguatan harga terbesar antara lain GIAA, GMFI, SULI, STAR, dan IOTF. Sementara saham dengan pelemahan harga terbesar yakni FORU, BAIK, VOKS, MITI, dan RODA.
Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.607.000 transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan mencapai 45,45 miliar lembar saham senilai Rp18,18 triliun. Sebanyak 306 saham naik, 340 saham turun, dan 317 saham tidak bergerak.
Bursa saham regional Asia pada Senin sore antara lain indeks Nikkei menguat 2,22 persen ke 67.064,00, Shanghai menguat 0,67 persen ke 3.966,59, Hang Seng menguat 1,05 persen ke 25.937,49, Kospi menguat 0,65 persen ke 6.299,66, dan Strait Times menguat 1,05 persen ke 5.694,43.