Israel Dikabarkan Simpan 1.700 Jenazah Warga Palestina, Picu Perdebatan Hukum

Israel menahan sekitar 1.700 jenazah warga Palestina untuk kemungkinan pertukaran di masa depan. (Anadolu Agency)

Israel Dikabarkan Simpan 1.700 Jenazah Warga Palestina, Picu Perdebatan Hukum

Willy Haryono • 11 August 2026 14:53

Tel Aviv: Israel dilaporkan masih menyimpan sekitar 1.700 jenazah warga Palestina yang disebut dapat digunakan dalam kemungkinan pertukaran di masa depan, meski saat ini tidak ada tawanan Israel yang ditahan oleh kelompok Hamas.

Laporan tersebut disampaikan harian Haaretz pada Senin, 11 Agustus 2026, mengutip dua sumber yang mengetahui pembahasan di lingkungan keamanan Israel.

Menurut laporan itu, jumlah jenazah yang ditahan menjadi salah satu topik dalam diskusi terbaru di kalangan aparat keamanan Israel.

Kepala badan intelijen dalam negeri Shin Bet, David Zini, disebut mendukung kebijakan mempertahankan jenazah tersebut sebagai antisipasi jika di masa mendatang ada warga Israel yang ditawan atau dinyatakan hilang. Sikap tersebut juga dilaporkan didukung militer Israel.

Haaretz menyebut sebagian besar jenazah berasal dari warga Palestina di Jalur Gaza yang diduga terlibat dalam serangan 7 Oktober 2023 terhadap Israel maupun pertempuran setelahnya.

Namun, laporan itu juga menyebut sebagian jenazah berasal dari warga Palestina yang tidak terbukti terlibat dalam pertempuran.

Sejumlah sumber hukum yang dikutip Haaretz mempertanyakan dasar hukum penahanan tersebut. Menurut mereka, pemerintah Israel tidak memiliki kewenangan untuk menahan jenazah warga Palestina yang tidak terbukti terlibat dalam pertempuran, kecuali Kabinet Keamanan terlebih dahulu menetapkan kebijakan resmi mengenai hal itu.

Pada Oktober 2025, Palestinian National Campaign for the Retrieval of Martyrs’ Bodies and Disclosure of the Fate of the Missing menyatakan Israel menahan sekitar 1.500 jenazah warga Palestina asal Gaza di fasilitas militer Sde Teiman, Israel selatan.

Laporan Haaretz juga menyebut militer Israel masih melancarkan operasi di sejumlah wilayah Jalur Gaza meski gencatan senjata antara Israel dan Hamas mulai berlaku pada 10 Oktober 2025.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza, operasi tersebut telah menewaskan sedikitnya 1.258 warga Palestina dan melukai 4.139 lainnya sejak gencatan senjata diberlakukan.

Secara keseluruhan, otoritas kesehatan Gaza menyebut lebih dari 73.000 warga Palestina tewas dan lebih dari 174.000 orang terluka sejak konflik pecah pada Oktober 2023. Angka-angka tersebut belum dapat diverifikasi secara independen.

Baca juga:  Militer Israel Usir keluarga Palestina di Tepi Barat dan Ubah Rumahnya Jadi Pos Militer

(Willy Haryono)