Visualisasi Jalan Salib di Gereja Katolik Paroki Robertus Bellarminus, Cililitan, Jakarta Timur, Jumat (3/4/2026). (ANTARA/Siti Nurhaliza).
Visualisasi Jalan Salib Cililitan Ajak Umat dalami Sengsara Kristus
Siti Yona Hukmana • 3 April 2026 13:31
Jakarta: Terdapat visualisasi Jalan Salib di Gereja Katolik Paroki Robertus Bellarminus, Cililitan, Jakarta Timur. Visualisasi ini disebut untuk mengajak umat memasuki masa refleksi mendalam atas sengsara dan wafatnya Yesus Kristus.
"Visualisasi Jalan Salib ini merupakan kerja sama panitia Paskah dan anak-anak Orang Muda Katolik (OMK) untuk menghantar umat memasuki Jumat Agung. Melalui tablo ini, umat diajak untuk berkontemplasi kembali kisah sengsara Tuhan Yesus Kristus," kata Romo Paroki Robertus Bellarminus, Paulus Andri Astanto di Cililitan, Jakarta Timur, dilansir Antara, Jumat, 3 April 2026.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian perayaan Paskah. Kegiatan dikemas dalam bentuk tablo atau drama visual yang menggambarkan perjalanan penderitaan Yesus menuju penyaliban.
Dalam pelaksanaannya, sejumlah anggota OMK tampil dengan penuh penghayatan saat memerankan setiap adegan. Penjiwaan tersebut dinilai mampu membawa umat masuk dalam suasana reflektif dan mendalam.
"Anak-anak OMK dengan penuh semangat dan penjiwaan mencoba memainkan peran. Ini menjadi sarana yang sangat membantu umat untuk memahami makna pengorbanan Kristus secara lebih nyata," ungkap Andri.
Lebih lanjut, dia menekankan inti dari kegiatan tersebut, yakni mempersiapkan batin umat secara pribadi. Umat diajak menyadari bahwa pengorbanan Yesus merupakan wujud kasih Allah yang maha penyayang (Maharahim) bagi seluruh umat manusia. Sebagai penutup, umat bersama-sama memasuki gereja untuk mengantar simbolisasi Yesus yang dimakamkan.
"Maka yang menjadi penutup dalam tablo ini adalah kita bersama-sama akan masuk di gereja, menghantar Yesus yang dimakamkan sebagai tanda atas kematian, tetapi juga sekaligus atas kemenangan dari segala dosa dan kuasa maut," ujar Andri.
Andri menegaskan kebangkitan Yesus Kristus menjadi titik awal bagi umat untuk memasuki Trihari Suci, dengan hati yang tertata dan kehidupan yang diperbarui. "Melalui kebangkitan Kristus, kita diajak untuk bangkit dalam pertobatan sejati dan menanamkan kebaikan dalam kehidupan sehari-hari," ujar Andri.

Visualisasi Jalan Salib di Gereja Katolik Paroki Robertus Bellarminus, Cililitan, Jakarta Timur, Jumat (3/4/2026). (ANTARA/Siti Nurhaliza).
Adapun, tema Paskah tahun ini "Kristus Bangkit Membarui Kemanusiaan Kita". Tema itu menekankan kebangkitan Kristus tidak hanya dipahami sebagai peristiwa iman, tetapi memiliki dampak nyata dalam kehidupan manusia.
Tema tersebut merujuk pada ayat Alkitab dalam 2 Korintus 5:17 yang menegaskan setiap orang yang hidup di dalam Kristus menjadi ciptaan baru, meninggalkan kehidupan lama, dan memasuki kehidupan yang diperbarui. Kebangkitan tersebut dipandang sebagai awal perubahan, baik dalam kehidupan pribadi maupun dalam hubungan dengan sesama.
Dalam ajaran Kristen, pembaruan itu mencakup ajakan untuk meninggalkan pola hidup lama yang tidak selaras dengan nilai kasih, serta membangun kehidupan yang lebih mencerminkan kebaikan dan kepedulian. Selain itu, tema Paskah 2026 menyoroti relasi manusia dengan lingkungan. Dalam ajaran Kitab Kejadian, manusia disebut memiliki tanggung jawab untuk merawat ciptaan.
4.500 Personel amankan perayaan Paskah
Sementara itu, Polda Metro Jaya mengerahkan sebanyak 4.500 personel dalam mengamankan perayaan ibadah Paskah atau Kebangkitan Yesus Kristus di DKI Jakarta dan sekitarnya.
"Kehadiran personel ini ditujukan untuk memastikan umat Kristiani dapat beribadah dengan aman, nyaman, dan khidmat. Total kekuatan yang disiapkan mencapai 4.500 personel," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto dalam keterangannya.
Personel ditempatkan di gereja-gereja, titik keramaian, serta lokasi yang menjadi pusat kegiatan umat Kristiani selama perayaan Paskah. Kehadiran polisi di lapangan bukan hanya menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), tetapi sebagai bentuk pelayanan kepada masyarakat.