Penyakit Kawasaki pada anak. Foto: ANTARA/Farika Nur Khotimah.
IDAI: Penyakit Kawasaki pada Anak Picu Risiko Serangan Jantung
Fachri Audhia Hafiez • 11 February 2026 09:35
Jakarta: Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Kawasaki pada anak. Penyakit ini merupakan peradangan pembuluh darah sistemik yang jika tidak ditangani secara cepat dan tepat, dapat memicu komplikasi serius berupa kerusakan permanen pada arteri koroner yang menyuplai oksigen ke otot jantung.
"Komplikasi yang paling kita khawatirkan adalah pelebaran atau aneurisma arteri koroner. Kalau tidak diobati, risikonya bisa terjadi pada sekitar 15 sampai 25 persen pasien," kata Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak FKUI, Prof. Dr. dr. Najib Advani, Sp.A(K) yang tergabung dalam Unit Kerja Koordinasi Kardiologi IDAI itu dalam seminar daring di Jakarta, dilansir Antara, Selasa, 10 Februari 2026.
Najib menjelaskan bahwa penyakit yang pertama kali ditemukan di Jepang ini dapat menyebabkan darah membeku pada pembuluh darah yang melebar. Sehingga memicu serangan jantung meski pasien masih di usia anak.
Sebagai sosok yang dikenal sebagai Bapak Kawasaki Indonesia, ia menyebut bahwa keselamatan pasien sangat bergantung pada seberapa cepat keterlibatan pembuluh darah jantung terdeteksi.
"Ini adalah vaskulitis sistemik atau peradangan pembuluh darah di seluruh tubuh. Bisa mengenai banyak bagian, tapi yang menentukan keselamatan pasien adalah keterlibatan pembuluh darah jantung,” ujar Najib.
.jpg)
Ilustrasi. Foto: ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho/am.
Hingga saat ini, Najib telah menangani lebih dari 2.000 kasus di Indonesia sejak tahun 1999. Ia menyayangkan masih banyak kasus yang tidak terdiagnosis karena penyakit ini sering dianggap langka.
Padahal, jika pasien mendapatkan terapi lebih awal, risiko kelainan arteri koroner yang mematikan dapat ditekan drastis hingga hanya tersisa dua sampai tiga persen saja.
Oleh karena itu, IDAI menekankan pentingnya rujukan cepat kepada dokter spesialis kardiologi anak jika ditemukan gejala yang mengarah pada Kawasaki. Penanganan medis yang presisi di fase awal menjadi kunci utama untuk mencegah cacat jantung seumur hidup pada anak.