Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Anggito Abimanyu (kanan). Foto: Metrotvnews.com/Surya Mahmuda.
LPS: Sistem Keuangan dan Industri Halal Jadi Prioritas Ekonomi Syariah
Ade Hapsari Lestarini • 13 February 2026 12:27
Jakarta: Ada dua sektor utama yang harus menjadi prioritas utama pemerintah sebagai tulang punggung ekonomi syariah. Sistem keuangan dan industri halal.
Hal ini disampaikan Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu dalam Sharia Economic Forum Metro TV bertajuk "Penguatan Ekosistem Berbasis Syariah," dikutip Jumat, 13 Februari 2026.
"Maka saya mendorong pemerintah itu harus mengambil peran yang lebih besar. Di dalam transaksi dua aja deh, satu sistem keuangan baik itu bank maupun non-bank dan yang kedua adalah industri halal," ujar Anggito.
Anggito menegaskan, dukungan pemerintah tidak cukup hanya sebatas political will, tetapi diperlukan langkah nyata berupa alokasi anggaran dan kebijakan yang masif. Hal tersebut diperlukan agar ekonomi syariah dapat menjadi pilihan masyarakat.
"Jadi itu harus ada, tidak hanya political will tapi juga alokasi budget dan alokasi policy yang lebih besar, sehingga ekonomi syariah menjadi pilihan bagi masyarakat," ujar dia.

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu. Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga.
Pemerintah harus aktif percepat pertumbuhan ekonomi syariah
Anggito pun menekankan pentingnya peran aktif pemerintah dalam mempercepat pertumbuhan ekonomi syariah di Indonesia.
Menurut dia, meskipun sistem ekonomi harus bersifat inklusif, namun fakta menunjukkan ekonomi syariah sulit berkembang tanpa adanya intervensi strategis.
"Sistem ekonomi kita tuh harus inklusif, kita tidak boleh mendirect, tetapi yang kedua faktanya syariah itu kalau enggak ada intervensi, enggak akan besar dan suatu sistem ekonomi itu akan menjadi efisien kalau memang sizenya juga besar," ungkap Anggito. (Surya Mahmuda)