Komisi XI DPR RI setujui Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur BI menggantikan Juda Agung. Foto: dok Kemenkeu.
Harta Kekayaan Thomas Djiwandono, Deputi Gubernur BI yang Baru
Riza Aslam Khaeron • 27 January 2026 16:28
Jakarta: DPR resmi mengesahkan Thomas Djiwandono sebagai Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2026–2031 dalam paripurna yang digelar Selasa, 27 Januri 2026. Thomas akan menggantikan Juda Agung yang telah mengundurkan diri dari jabatannya pada 13 Januari 2026.
Keputusan ini diambil setelah rangkaian uji kelayakan dan kepatutan yang digelar Komisi XI DPR. Selain Thomas, ada dua calon lain yang mengikuti uji kelayakan, yakni Solikin M Juhro dan Dicky Kartikoyono.
Thomas tercatat pernah menjadi anggota dan bendahara umum Partai Gerindra. Namun, Thomas Djiwandono menegaskan sudah mengundurkan diri dari keanggotaan Partai Gerindra sejak 31 Desember 2025.
Sebelum disahkan menjadi Deputi Gubernur BI, Thomas menjabat Wakil Menteri Keuangan sejak 18 Juli 2024. Thomas juga dikenal sebagai keponakan Presiden Prabowo Subianto.
Perjalanan karier professional
Karier profesional Thomas Djiwandono dimulai dari dunia jurnalistik. Ia pernah menjadi wartawan magang di Majalah Tempo pada 1993 dan wartawan di Indonesia Business Weekly pada 1994. Ia juga sempat bekerja sebagai analis keuangan di Whetlock NatWest Securities, Hong Kong.Pada 2006, ia beralih ke dunia bisnis setelah diminta pamannya, Hashim Djojohadikusumo, untuk bergabung dengan Arsari Group, sebuah perusahaan agrobisnis. Di sana, ia menjabat sebagai Deputy Chief Executive Officer (CEO).
Harta Kekayaan Thomas Djiwandono
Thomas A. M. Djiwandono menyampaikan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada 23 Januari 2025. Ketika itu, dia masih menjabat sebagai Wakil Menteri Keuangan. Berikut ini rinciannya:| Kategori | Keterangan | Nilai (Rp) |
|---|---|---|
| Tanah dan Bangunan | Tanah dan bangunan 2.646 m²/274 m² di Kota Jakarta Selatan | Rp40.570.630.000 |
| Alat Transportasi dan Mesin | Mobil Toyota Alphard 2.5 G AT (2019) – hasil sendiri | Rp800.000.000 |
| Alat Transportasi dan Mesin | Mobil Hyundai Staria 2.2 2WD 8AT (2024) – hasil sendiri | Rp1.065.000.000 |
| Alat Transportasi dan Mesin | Mobil Lexus 2024 – hasil sendiri | Rp2.350.000.000 |
| Subtotal Alat Transportasi dan Mesin | Rp4.215.000.000 | |
| Harta Bergerak Lainnya | Rp1.809.500.000 | |
| Surat Berharga | Rp13.073.600.000 | |
| Kas dan Setara Kas | Rp14.829.031.234 | |
| Harta Lainnya | — | |
| Sub Total Harta | Rp74.497.761.234 | |
| Hutang | — | |
| Total Harta Kekayaan | Rp74.497.761.234 |
| Baca Juga: Resmi! DPR Setujui Thomas Djiwandono Jadi Deputi Gubernur BI |