Fasilitas very narrow aisle AAM. Foto: dok MDLA.
Penjualan Tembus Rp8,2 Triliun, Laba MDLA Naik 12,6 Persen
Ade Hapsari Lestarini • 8 September 2026 16:36
Jakarta: PT Medela Potentia Tbk (MDLA) membukukan penjualan Rp8,2 triliun pada semester I-2026, tumbuh 10,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan penjualan tersebut diikuti kenaikan laba bersih sebesar 12,6 persen menjadi Rp226 miliar. Sementara itu, laba kotor atau gross profit tercatat Rp762 miliar, meningkat 6,8 persen, sedangkan EBITDA naik 11,2 persen menjadi Rp325 miliar. Kinerja tersebut disampaikan dalam Public Expose Live yang digelar secara daring pada Selasa, 8 September 2026.
Investor Relations Medela Potentia Harris Lesmana mengatakan pertumbuhan kinerja ditopang oleh ekspansi volume distribusi, penambahan prinsipal, penguatan produk sendiri, dan optimalisasi kanal digital.
"Dari sisi operasional, kami juga terus meningkatkan produktivitas dan efisiensi proses kerja. Dengan fondasi tersebut, kami melihat masih terdapat ruang untuk meningkatkan kapasitas, produktivitas, dan efisiensi seiring dengan pertumbuhan bisnis," kata Harris dalam keterangan tertulis, Selasa, 8 September 2026.
Pada lini distribusi, entitas anak PT Anugrah Argon Medica (AAM) menambah lima prinsipal baru. Penambahan tersebut terdiri dari satu prinsipal ethical, tiga prinsipal consumer health, dan satu prinsipal alat kesehatan.
Sementara pada lini alat kesehatan, produk Stardec yang dipasarkan entitas anak PT Djembatan Dua mencatat pertumbuhan penjualan 34 persen. Pertumbuhan tersebut didukung penambahan produk Stardec DecaCare 5 Liter dan Stardec DecaFoam. Produk Stardec juga telah diekspor ke Kamboja dan Timor-Leste pada 2025, dengan rencana ekspor kembali pada 2026.

Gedung distribusi MDLA. Foto: dok MDLA.
Pertumbuhan bisnis kesehatan di Indonesia
Direktur Utama Medela Potentia Juliwaty mengatakan pertumbuhan bisnis kesehatan di Indonesia masih memberikan ruang bagi perseroan untuk mengembangkan usahanya.
"Pertumbuhan bisnis kesehatan di Indonesia memberikan peluang yang besar bagi Perseroan untuk terus berkembang. Dengan ekosistem yang mencakup distribusi, alat kesehatan, manufaktur, dan digital, kami memiliki fondasi untuk menjangkau lebih banyak pelanggan," ujar Juliwaty.
Untuk mendukung distribusi produk kesehatan, pembangunan gudang AAM Medan telah mencapai 95 persen dan ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal IV-2026.
Perseroan juga merencanakan pembangunan National Distribution Center (NDC) 2 pada 2027 yang akan difokuskan untuk kebutuhan cold storage. Fasilitas tersebut direncanakan berdiri di atas lahan seluas 2,7 hektare di Kawasan Industri Jababeka 2.
Pada lini digital, GPOS B2B mencatat pertumbuhan penjualan 20 persen dan coverage 15 persen. Platform tersebut bekerja sama dengan 18 prinsipal dan mencakup 40 merek produk.
Perseroan juga menggunakan AI Forecast untuk membantu pengelolaan persediaan. Implementasi teknologi tersebut disebut mampu menekan tingkat out-of-stock menjadi di bawah dua persen.
Di bidang lingkungan, perseroan memasang panel surya berkapasitas 93,75 kWp DC di AAM Tangerang dan mengoperasikan 107 kendaraan listrik berupa motor dan mobil di 15 cabang yang tersebar di 13 kota.
Melalui program Argon Peduli, perseroan menyebut telah menjangkau 8.505 orang dengan melibatkan 56 komunitas di 27 kota dan 18 provinsi.
Sementara dari sisi tata kelola, AAM berkolaborasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pusat dan daerah dalam meningkatkan penerapan Cara Distribusi Obat yang Baik (CDOB). Kegiatan tersebut telah dilaksanakan di delapan kota dan menjangkau 836 apoteker.