JP Morgan Ramal IHSG Capai 7.000, Sentimen Pasar Mulai Positif

Ilustrasi. Foto: dok MI.

JP Morgan Ramal IHSG Capai 7.000, Sentimen Pasar Mulai Positif

Ade Hapsari Lestarini • 3 September 2026 21:15

Jakarta: JP Morgan Indonesia memproyeksikan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dapat mencapai level 7.000 pada Desember 2026. Proyeksi tersebut didukung oleh ekspektasi membaiknya sentimen pasar dan relatif rendahnya posisi investor di pasar saham Indonesia.

Head of Indonesia Equity Research JP Morgan Indonesia Benny Kurniawan mengatakan, target IHSG tersebut masih menjadi proyeksi tim riset untuk akhir tahun.

"Tim JP Morgan masih expect (perkirakan) target Jakarta Composite Index (JCI) atau IHSG by December itu di 7.000," ujar Benny dalam Media Briefing bersama JP Morgan di Jakarta, dilansir Antara, Kamis, 3 September 2026.

Menurut dia, potensi penguatan IHSG hingga akhir tahun turut ditopang oleh posisi investor domestik maupun asing yang relatif rendah sepanjang tahun ini.

"Jadi, kita masih expect ada kenaikan sampai akhir tahun, yang didorong oleh sentimen yang lebih positif dan positioning investor maupun lokal ataupun asing yang sebenarnya sudah cukup rendah tahun ini," jelas Benny.


Ilustrasi. Foto: dok MI.
 

Laba emiten masih positif


Memasuki 2027, JP Morgan melihat prospek pertumbuhan laba emiten di Indonesia masih cukup positif. Konsensus analis memperkirakan pertumbuhan earnings sekitar sembilan persen pada tahun depan. Benny menilai pertumbuhan tersebut dapat ditopang oleh belanja pemerintah dan investasi.

"Saya rasa untuk ke depannya pada 2027 konsensus dari analyst expect earnings itu growth sekitar sembilan persen tahun depan. Dan ini juga pasti ditopang oleh pengeluaran pemerintah, government spending lagi, dan juga investment," ujar Benny.

Ia menambahkan, prospek pasar modal Indonesia juga dipengaruhi oleh pertumbuhan pendapatan dan laba perusahaan yang masih terjaga. Meski demikian, sejumlah sektor masih menghadapi tekanan margin akibat kenaikan biaya input.

Menurut Benny, selama pertumbuhan pendapatan perusahaan atau top line masih meningkat, daya tarik pasar saham Indonesia bagi investor tetap berpotensi terjaga.

"Tapi selama top line growth itu masih naik, dan di first half ini actually naiknya cukup kencang. Menurut saya investor tidak mungkin bisa melupakan Indonesia seperti itu saja," kata Benny.

Sebagai informasi, IHSG pada penutupan perdagangan Kamis, 3 September 2026, menguat 72,11 poin atau 1,09 persen ke posisi 6.667,89. Nilai transaksi perdagangan tercatat sebesar Rp18,57 triliun.

(Ade Hapsari Lestarini)