Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi dalam acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia. Foto: Tangkapan layar siaran YouTube Metro TV.
Bos OJK: Transformasi Pasar Modal Bikin IHSG Mulai Rebound
Husen Miftahudin • 3 September 2026 13:04
Jakarta: Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyebut kondisi pasar modal Indonesia mulai menunjukkan perbaikan seiring dengan berbagai transformasi yang dilakukan.
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan jumlah investor pasar modal saat ini telah mencapai 30 juta. Kondisi tersebut membuat struktur pasar modal Indonesia berbeda dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
"Sekarang dengan 30 jutanya memang PR kita jadi berbeda. Memang kalau kita melihat saat ini dengan berbagai transformasi yang kita lakukan, baik itu terkait transparansi, kemudian peningkatan likuiditas, kemudian enforcement, itu saat ini kita melihat market kita sudah mulai membaik," ujar Friderica dalam Acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta, Kamis, 3 September 2026.
Menurut dia, jumlah investor pasar modal Indonesia sebelumnya jauh lebih sedikit. Kondisi tersebut membuat pasar lebih rentan ketika terjadi arus keluar investor asing. Namun, meningkatnya jumlah investor membuat tantangan yang dihadapi pasar modal saat ini ikut berubah.
OJK juga melakukan sejumlah perbaikan terhadap pasar modal, termasuk melalui peningkatan transparansi dan penguatan penegakan aturan. Perbaikan tersebut dilakukan untuk memperkuat kondisi pasar di tengah dinamika yang terjadi.
"Walaupun kita melihat saat ini kalau melihat dari awal tahun, kita tidak usah berharap bisa kembali seperti sebelumnya karena banyak sekali perbaikan yang kita lakukan," lanjut Friderica.

(Ilustrasi. Foto: dok Metrotvnews.com)
Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan jumlah investor pasar modal saat ini telah mencapai 30 juta. Kondisi tersebut membuat struktur pasar modal Indonesia berbeda dibandingkan beberapa tahun sebelumnya.
"Sekarang dengan 30 jutanya memang PR kita jadi berbeda. Memang kalau kita melihat saat ini dengan berbagai transformasi yang kita lakukan, baik itu terkait transparansi, kemudian peningkatan likuiditas, kemudian enforcement, itu saat ini kita melihat market kita sudah mulai membaik," ujar Friderica dalam Acara Sarasehan 100 Ekonom Indonesia di Kempinski Grand Ballroom, Jakarta, Kamis, 3 September 2026.
Menurut dia, jumlah investor pasar modal Indonesia sebelumnya jauh lebih sedikit. Kondisi tersebut membuat pasar lebih rentan ketika terjadi arus keluar investor asing. Namun, meningkatnya jumlah investor membuat tantangan yang dihadapi pasar modal saat ini ikut berubah.
OJK juga melakukan sejumlah perbaikan terhadap pasar modal, termasuk melalui peningkatan transparansi dan penguatan penegakan aturan. Perbaikan tersebut dilakukan untuk memperkuat kondisi pasar di tengah dinamika yang terjadi.
"Walaupun kita melihat saat ini kalau melihat dari awal tahun, kita tidak usah berharap bisa kembali seperti sebelumnya karena banyak sekali perbaikan yang kita lakukan," lanjut Friderica.

(Ilustrasi. Foto: dok Metrotvnews.com)
IHSG mulai pulih
Di tengah proses tersebut, OJK melihat Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mulai menunjukkan pemulihan. Pergerakan indeks juga disebut mulai kembali sejalan dengan sejumlah indeks utama. "Kita lihat IHSG kita sekarang sudah mulai rebound," ujar dia.
Selain pergerakan IHSG, pertumbuhan investor domestik turut menjadi perhatian OJK. Bertambahnya investor dalam negeri dinilai dapat memperkuat basis investor di pasar modal.
"Dengan berbagai inisiatif yang kita lakukan, investor domestik kita mulai bertumbuh," lanjut dia.
Meski demikian, pertumbuhan investor ritel juga perlu diikuti dengan peningkatan edukasi. OJK menilai investor perlu mendapatkan pendampingan agar dapat memahami pasar dan memilih instrumen investasi dengan baik.
"Investor ritel ini memang perlu kita dampingi supaya mereka juga teredukasi, mereka masuk ke market, tahu memilih saham-saham yang baik, dan sebagainya. Ini pekerjaan kita semua," tegas Friderica. (Selsha Septifanie Gunawan)