Aktivitas Gunung Anak Krakatau Menurun, Warga Diminta Tetap Waspada

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal saat memberikan keterangan terkait kondisi terkini Gunung Anak Krakatau di Bandarlampung, Rabu (9/9/2026). ANTARA/Ruth Intan Sozometa Kanafi.

Aktivitas Gunung Anak Krakatau Menurun, Warga Diminta Tetap Waspada

Whisnu Mardiansyah • 9 September 2026 17:29

Bandar Lampung: Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda mengalami penurunan. Meski demikian, erupsi masih berlangsung dan status gunung api tersebut tetap berada pada Level III atau Siaga.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal mengatakan kondisi terkini Gunung Anak Krakatau dipantau langsung dari KRI Lepu 861. Pemantauan dilakukan dengan mendekati kawasan gunung api hingga radius tiga kilometer.

"Hari ini kami bersama pihak terkait telah melakukan pemantauan langsung Gunung Anak Krakatau dari KRI Lepu 861, dan mendekat hingga radius tiga kilometer untuk melihat kondisi erupsi secara langsung," ujar Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal di Bandarlampung, seperti dilansir Antara, Rabu, 9 September 2026.

Berdasarkan hasil pemantauan, aktivitas Gunung Anak Krakatau secara visual terlihat lebih rendah dibandingkan kondisi tiga hari sebelumnya. Namun, status Level III atau Siaga masih berlaku karena aktivitas erupsi belum berhenti.

"Dimana frekuensi serta intensitas keluarnya material magma makin berkurang, lalu intervalnya semakin lebar serta abu yang mulai sedikit," katanya.
 


Rahmat menjelaskan penurunan aktivitas belum dapat menjadi indikator berakhirnya erupsi. Waktu berakhirnya erupsi juga belum dapat dipastikan karena kondisi tersebut dipengaruhi aktivitas gunung api dan pasokan magma.

"Mengenai abu vulkanik, saat ini angin bergerak ke arah barat laut, dan abu vulkanik relatif tipis. Oleh karena itu masyarakat diharapkan untuk tetap tenang namun waspada dan selalu mengikuti informasi resmi," ucap dia.

Selain kondisi erupsi yang mulai menurun, kualitas udara di 15 kabupaten dan kota di Lampung juga disebut berangsur membaik. Kondisi tersebut dinilai mendukung kembali berlangsungnya sejumlah aktivitas di luar ruangan.


KRI Lepu-861 milik TNI Angkatan Laut dikerahkan memantau erupsi Gunung Anak Krakatau. Foto: Akun Instagram @bpbdlampung.


Meski demikian, pemerintah tetap meminta masyarakat menjaga kewaspadaan selama Gunung Anak Krakatau masih mengalami erupsi. Masyarakat juga diminta tidak memasuki sektor yang menjadi area erupsi dan mengikuti arahan petugas di lapangan.

"Pemerintah dan berbagai pihak akan terus melakukan pemantauan, untuk masyarakat diimbau jangan mendekati sektor erupsi dan ikuti arahan petugas. Gunung Anak Krakatau masih erupsi dan statusnya siaga, kita harus tetap tenang namun jangan lengah," tambahnya.

(Whisnu M)