Apache AH-64. (Dok. Boeing)
Spesifikasi Apache AH-64, Helikopter AS yang Ditembak Jatuh Iran
Riza Aslam Khaeron • 10 June 2026 11:07
Jakarta: Iran pada Selasa, 9 Juni 2026 menembak jatuh sebuah helikopter militer Amerika Serikat (AS) di Selat Hormuz. Insiden ini terjadi lebih dari 100 hari setelah perang meletus pada 28 Februari 2026, serta dua bulan setelah kesepakatan gencatan senjata dan dimulainya negosiasi perdamaian pada bulan April antara kedua belah pihak yang hingga kini belum membuahkan hasil.
Helikopter jenis Apache AH-64 tersebut dikerahkan untuk menegakkan blokade tandingan terhadap blokade Iran di Selat Hormuz sejak minggu pertama perang berlangsung pada bulan Maret lalu.Meskipun seluruh kru dilaporkan selamat dan Presiden AS Donald Trump menyatakan insiden itu “bukan masalah besar”, peristiwa tersebut tetap mendorong AS untuk melancarkan serangan balasan ke sejumlah target militer di Iran.
Saat artikel ini disusun pada 10 Juni 2026, Komando Sentral Amerika Serikat (CENTCOM) mengonfirmasi bahwa operasi serangan balasan tersebut telah dinyatakan selesai.
“Pasukan AS tetap waspada dan bersiap siaga untuk mempertahankan diri dari agresi Iran yang tidak memiliki dasar,” demikian pernyataan resmi dari CENTCOM.
Lantas, bagaimana spesifikasi helikopter tempur canggih yang berhasil ditembak jatuh oleh pertahanan udara Iran tersebut? Berikut adalah profil dan spesifikasi teknis dari Apache AH-64.
Spesifikasi Apache AH-64

Bagian depan Apache AH-64. (Boeing)
Apache AH-64 merupakan helikopter serang bermesin ganda dengan empat bilah rotor yang dirancang oleh Boeing, produsen dirgantara terkemuka asal Amerika Serikat.
Perusahaan tersebut mengklaim Apache AH-64 sebagai helikopter serang paling canggih dan teruji di dunia, dengan catatan lebih dari 5,3 juta jam terbang—di mana lebih dari 1,3 juta jam di antaranya dihabiskan dalam misi tempur.
Dengan lebih dari 1.300 unit armada yang beroperasi di seluruh dunia, Apache menjadi helikopter tempur pilihan bagi setidaknya 19 negara. Berikut adalah spesifikasi umum dari helikopter ini dari laman resmi Boeing:
| Komponen | Spesifikasi AH-64E Apache |
|---|---|
| Jenis | Helikopter serang multi-misi |
| Awak | 2 orang (Pilot dan Kopilot/Penembak) |
| Mesin | 2x Turboshaft General Electric T700-GE-701D |
| Panjang | 14,7 meter (48,2 kaki) |
| Tinggi | 4,7 meter (15,4 kaki) |
| Diameter Rotor | 14,6 meter (48 kaki) |
| Berat Lepas Landas Maksimum | 10.433 kg (23.000 lbs) |
| Kecepatan Maksimum | 150+ knot (sekitar 279+ km/jam) |
| Kecepatan Misi Tempur | 164 knot (sekitar 304 km/jam) |
| Jangkauan Tempur | 260 mil laut (sekitar 480 km) |
| Daya Tahan Terbang | Sampai 2,6 jam |
| Ketinggian Operasi Maksimum | 20.000 kaki (sekitar 6.096 meter) |
| Persenjataan Utama | 16x Rudal Hellfire, 76x Roket Hydra 70 (2,75 inci), dan 1.200 peluru meriam 30 mm |
| Laju Tembakan Meriam | 600–650 peluru per menit |
Apache AH-64 dioperasikan oleh dua kru, yaitu pilot dan kopilot sekaligus penembak (co-pilot/gunner). Konfigurasi ini dirancang agar pembagian tugas di medan tempur menjadi lebih efektif.
Pilot fokus penuh pada navigasi, penerbangan, dan manuver helikopter, sedangkan kopilot/penembak bertugas mengoperasikan sensor taktis, mengidentifikasi target, serta mengendalikan sistem persenjataan.
| Baca Juga: AS Serang Iran Usai Helikopter Apache Jatuh di Dekat Selat Hormuz |
1. Meriam Otomatis 30 mm M230E1
.jpg)
Meriam M230 pada helikopter AH-64 Apache Angkatan Darat AS di Pameran Udara Berlin tahun 2018. (Wikimedia Commons)
Salah satu senjata paling ikonik dari Apache AH-64 adalah meriam (senapan rantai) otomatis M230E1 kaliber 30 mm yang terpasang di bagian bawah hidung helikopter.
Varian AH-64E diklaim sanggup membawa hingga 1.200 butir amunisi 30 mm dengan kecepatan tembak berkisar antara 600 hingga 650 peluru per menit.
Kemampuan utama meriam ini adalah memberi Apache opsi serangan terhadap target di daratan. M230 mampu menghancurkan target hingga jarak 4.000 meter dan efektif terhadap kendaraan lapis baja ringan.
2. Rudal Hellfire dan Roket Hydra

Rudal AGM-114 Hellfire. (Military.com)
Selain meriam, Apache AH-64 memiliki reputasi besar sebagai platform peluncur rudal presisi Hellfire dan mampu mengangkut hingga 16 rudal Hellfire.
Senjata ini dirancang khusus untuk melumpuhkan kendaraan lapis baja, infanteri musuh, serta target strategis lainnya dalam kondisi medan tempur yang terhalang atau tertutup, dengan jangkauan efektif mencapai sekitar 8 kilometer.
Sebagai pelengkap daya gempur, Apache AH-64E juga dapat dipersenjatai dengan 76 roket berukuran 2,75 inci atau roket Hydra. Sistem roket ini diintegrasikan langsung sebagai bagian dari paket persenjataan standar helikopter untuk mendukung serangan area, bukan presisi seperti Hellfire.
3. Radar Longbow

Layar radar Longbow. (Boeing)
Komponen vital lain yang mendasari kecanggihan helikopter ini adalah radar pengendali tembakan AN/APG-78 Longbow (Longbow Fire Control Radar).
Dikembangkan oleh Northrop Grumman khusus untuk armada AH-64 Apache, radar ini memberikan kemampuan luar biasa bagi kru untuk mendeteksi, melacak posisi, mengklasifikasikan, serta menentukan prioritas target dalam waktu singkat di berbagai skenario misi.
Sistem ini mampu mendeteksi dan melacak hingga 256 target secara simultan, baik objek bergerak maupun diam. Dari seluruh data tersebut, komputer sistem akan secara otomatis menyaring dan memprioritaskan 16 target paling berbahaya untuk dievaluasi oleh kru guna diambil tindakan ofensif jika diperlukan.