AS Serang Iran Usai Helikopter Apache Jatuh di Dekat Selat Hormuz

Amerika Serikat lakukan serangan ke Iran usai helikopter tempur jatuh di Selat Hormuz. Foto: Anadolu

AS Serang Iran Usai Helikopter Apache Jatuh di Dekat Selat Hormuz

Fajar Nugraha • 10 June 2026 06:26

Washington: Amerika Serikat melancarkan serangan balasan terhadap Iran pada Selasa 9 Juni 2026 waktu setempat.

Serangan ini disebutnya sebagai respons proporsional terhadap penembakan jatuh helikopter tempur AS di dekat Selat Hormuz sehari sebelumnya.

Televisi pemerintah Iran mengatakan bahwa ledakan dan sirene pertahanan udara terdengar di beberapa kota di sepanjang pantai Teluk Persia Iran, termasuk kota Sirik dan pulau Qeshm. Dua pejabat Iran mengatakan bahwa serangan udara tersebut menargetkan pangkalan militer dan instalasi lainnya, termasuk baterai artileri.

“Serangan pertahanan diri yang dilakukan atas perintah Presiden Trump adalah respons proporsional terhadap agresi Iran yang tidak dapat dibenarkan,” ujar Komando Pusat AS atau CENTCOM, seperti dikutip dari The New York Times, Rabu 10 Juni 2026.

Beberapa jam sebelumnya, Trump menyalahkan Iran atas penembakan jatuh pesawat tersebut. "Amerika Serikat harus, tentu saja, menanggapi serangan ini," kata Trump di media sosial.

CENTCOM mengatakan serangan udara diluncurkan pada pukul 17.00 waktu bagian timur. Trump tidak memberikan rincian lebih lanjut tentang penembakan jatuh helikopter Apache Angkatan Darat AS tersebut.

Sementara Iran menegaskan tidak bertanggung jawab atas serangan tersebut, dan stasiun penyiaran negaranya, IRIB, mengutip seorang pejabat militer yang tidak disebutkan namanya yang mengatakan bahwa negara tersebut tidak melakukan operasi militer apa pun di selat tersebut dalam 24 jam terakhir.

Serangan AS terhadap Iran terjadi ketika militer Israel menyerang wilayah di seluruh Lebanon selatan pada hari Selasa. Permusuhan telah meningkat dalam beberapa hari terakhir setelah serangan Israel terhadap Lebanon memicu serangan balasan Iran terhadap Israel dan gelombang serangan balasan.

Serangan terbaru ini menggarisbawahi bagaimana Lebanon telah muncul sebagai isu utama yang memecah belah dalam upaya untuk menegosiasikan pengakhiran perang AS-Israel dengan Iran. Jumlah korban tewas akibat pertempuran selama berbulan-bulan mencapai lebih dari 3.600 di Lebanon dan 30 di Israel.

Iran telah memperingatkan Israel bahwa serangan terhadap Lebanon selatan akan memicu gelombang serangan balasan lainnya. Tetapi ketika malam tiba di wilayah tersebut pada hari Selasa, Iran belum bertindak sesuai ancaman tersebut.

Presiden telah berulang kali mengatakan bahwa Amerika Serikat dan Iran hampir mencapai kesepakatan untuk mengakhiri perang, menyelesaikan nasib program senjata nuklir Iran, dan membuka kembali Selat Hormuz, jalur vital untuk pengiriman minyak dan gas.

(Fajar Nugraha)