Merek Masker Medis yang Bagus dan Cara Bedakan Asli atau Palsu

Ilustrasi Masker. (dok. Farmalkes kemenkes)

Merek Masker Medis yang Bagus dan Cara Bedakan Asli atau Palsu

Riza Aslam Khaeron • 7 September 2026 12:51

Jakarta: Abu vulkanik dari erupsi Gunung Anak Krakatau membuat masyarakat perlu lebih memperhatikan perlindungan saluran pernapasan saat beraktivitas di luar ruangan. Penggunaan masker menjadi salah satu langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi paparan partikel dari udara.

Masker medis juga sempat menjadi barang yang sulit ditemukan pada awal pandemi COVID-19. Kondisi tersebut mendorong Direktorat Jenderal Kefarmasian dan Alat Kesehatan mempercepat ketersediaan masker melalui kemudahan impor dan peningkatan produksi di dalam negeri.

Upaya itu membuat kebutuhan masker medis di Indonesia mulai dapat dipenuhi. Hingga 4 Maret 2021, sebanyak 996 produk masker medis telah memperoleh izin edar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes), yang terdiri dari masker bedah, N95, dan KN95.

Masyarakat tetap perlu teliti karena tidak semua masker yang beredar memiliki standar yang sama. Selain memperhatikan jenis dan kemampuan penyaringan, izin edar juga menjadi hal penting untuk diperiksa agar masker yang digunakan sesuai dengan peruntukannya.

Lantas, apa saja merek masker medis yang bagus dan bagaimana cara mengenali masker yang asli atau palsu?
 

Merek Masker Medis yang Bagus


Ilustrasi: Pixabay

Masker medis memiliki beberapa jenis dengan bahan dan tingkat perlindungan yang berbeda. Masker bedah menggunakan material non-woven spunbond meltblown spunbond (SMS) atau spunbond meltblown meltblown spunbond (SMMS), sedangkan masker respirator seperti N95 dan KN95 memiliki empat hingga lima lapisan.

Pada masker respirator, lapisan luar umumnya menggunakan polypropylene, sementara bagian tengahnya memakai electret atau charged polypropylene. Susunan tersebut membuat N95 dan KN95 memiliki kemampuan filtrasi yang lebih baik dibandingkan masker bedah.

Dengan melihat jenis dan kebutuhan penggunaannya, berikut rekomendasi merek masker yang tersedia di apotek:
  • Omomed Masker Earloop
  • Omomed Kids Masker Earloop
  • Baymed Masker Earloop
  • Omo Vaia Masker Kain Dewasa
  • Nexcare Masker Daily Hijab
  • OneMed Masker Sungkup N95
  • Sensi Mask Masker Earloop
  • Masker Respirator KF94
  • 3iMed Masker KN95
  • Sensi Mask Duckbill

Perhatikan Izin Edar dari Kemenkes

Namun, masyarakat tidak cukup hanya melihat merek ketika memilih masker medis. Izin edar dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) juga perlu diperhatikan karena menunjukkan bahwa produk tersebut telah memenuhi persyaratan sebagai alat kesehatan.

Pelaksana tugas (Plt) Dirjen Farmalkes Arianti Anaya menjelaskan bahwa masker yang sudah mengantongi izin edar Kemenkes telah dikategorikan sebagai masker bedah, N95, atau KN95 untuk kebutuhan alat kesehatan. Produk tersebut juga harus memenuhi persyaratan mutu, keamanan, dan manfaat sebelum dapat beredar.

"Kalau sudah mendapatkan izin edar dari Kemenkes, artinya masker ini dikategorikan sebagai masker bedah atau masker N95 atau KN95 yang dikategorikan sebagai alat kesehatan," kata Arianti dalam pernyataan resmi yang dikutip Senin, 7 September 2026.

Untuk memperoleh izin edar, masker harus melewati sejumlah pengujian yang menjadi bagian dari persyaratan alat kesehatan. Pengujian tersebut meliputi Bacterial Filtration Efficiency (BFE), Particle Filtration Efficiency (PFE), dan Breathing Resistance.

Rangkaian pengujian itu dilakukan untuk memastikan masker mampu menyaring dan memberikan perlindungan dari virus serta bakteri. Salah satu ketentuan yang harus dipenuhi ialah kemampuan penyaringan bakteri minimal 95 persen.

"Masker medis harus mempunyai efisiensi penyaringan bakteri minimal 95 persen," tutur Arianti.

Di sisi lain, N95 dan KN95 tidak hanya digunakan untuk kebutuhan medis. Masker tersebut juga dapat digunakan dalam industri pengecatan, pertambangan, dan perminyakan, yang memiliki kebutuhan perlindungan berbeda dari penggunaan medis.

Perbedaan fungsi tersebut terkadang sulit dikenali hanya dari bentuk fisiknya. Masker N95 dan KN95 untuk kebutuhan industri tidak memiliki izin edar Kemenkes karena tidak melalui standar pengujian yang ditetapkan sebagai alat kesehatan.

Untuk memastikan produk yang beredar tetap sesuai dengan ketentuan, Kemenkes melakukan pengawasan secara berkala. Pengawasan dilakukan melalui pengujian ulang terhadap produk yang telah beredar serta bekerja sama dengan aparat hukum untuk menindak masker yang tidak sesuai peruntukan atau tidak memiliki izin edar.
 

Cara Membedakan Masker Asli dan Palsu

Selain memperhatikan izin edar, masyarakat juga perlu mengenali kondisi fisik masker sebelum digunakan. Hal ini penting karena masih ditemukan masker palsu yang tidak memenuhi standar sehingga perlindungannya belum tentu sama dengan masker medis yang telah melalui pengujian.

Pengecekan sederhana dapat dilakukan dengan melihat bagian dalam dan karakteristik bahan masker. Cara ini bisa membantu memastikan apakah masker yang dibeli memiliki susunan lapisan sesuai dengan klaim pada kemasannya.

Mengutip dari laman resmi Dinas Kesehatan Salatiga, berikut cara membedakan masker yang asli dan palsu:
  1. Tes Visual
    Masker yang disebut memiliki tiga lapisan seharusnya benar-benar terdiri dari tiga bagian material. Untuk memastikannya, masker dapat dibuka atau disobek secara hati-hati sehingga susunan lapisan di dalamnya terlihat. Pada masker tiga lapis, bagian atas biasanya berupa kepingan translucent, bagian tengah berwarna putih, sedangkan lapisan lainnya dapat berwarna hijau, biru, atau putih. Susunan tersebut dapat menjadi salah satu tanda awal yang diperiksa ketika memastikan kondisi masker.
     
  2. Uji Air
    Pemeriksaan berikutnya dapat dilakukan pada bagian luar masker bedah. Lapisan tersebut dirancang agar tahan terhadap air sehingga dapat membantu melindungi pengguna dari percikan cairan. Caranya, lipat masker hingga bagian luarnya membentuk seperti corong, lalu tuangkan air ke dalamnya. Jika lapisan luar memiliki kemampuan menahan air, cairan seharusnya tidak langsung merembes melewati masker.
     
  3. Uji Bakar
    Selain melihat lapisan luar, bagian tengah masker juga perlu diperhatikan karena berfungsi sebagai penyaring. Lapisan filter seharusnya bukan berupa kertas yang mudah terbakar.
    Pengujian dapat dilakukan dengan membakar bagian filter untuk melihat reaksinya. Filter yang sesuai seharusnya tidak terbakar seperti kertas, tetapi cara ini harus dilakukan dengan sangat hati-hati karena menggunakan api dan dapat merusak masker.
Meski pemeriksaan fisik dapat menjadi langkah awal, izin edar Kemenkes tetap menjadi hal penting yang perlu diperhatikan saat membeli masker medis. Dengan memastikan izin edar dan kesesuaian peruntukannya, masyarakat dapat lebih yakin bahwa masker yang digunakan telah memenuhi persyaratan sebagai alat kesehatan.

(Angel Rinella)

(Riza Aslam Khaeron)