Direktur Utama Jamkrindo Abdul Bari. Foto: dok Jamkrindo.
Jamkrindo Cetak Laba Rp743 Miliar di Semester I, Melonjak 34%
Husen Miftahudin • 6 September 2026 14:01
Jakarta: PT Jaminan Kredit Indonesia (Persero) atau Jamkrindo mencatatkan laba sebelum pajak sebesar Rp743,23 miliar pada semester I-2026. Angka tersebut meningkat 34,70 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp551,76 miliar.
Pertumbuhan laba tersebut sejalan dengan penguatan kinerja perusahaan melalui transformasi yang dilakukan secara terintegrasi. Langkah tersebut mencakup penyelarasan bisnis, organisasi, sumber daya manusia, budaya kerja, operasional, serta sistem dan teknologi.
Direktur Utama Jamkrindo Abdul Bari mengatakan transformasi yang dilakukan secara konsisten telah memperkuat kapabilitas organisasi, meningkatkan produktivitas, mempercepat proses bisnis, memperkuat pengelolaan risiko, serta mendorong efisiensi operasional.
"Transformasi menjadi fondasi bagi Jamkrindo untuk memperkuat kapabilitas organisasi, meningkatkan kinerja perusahaan, serta menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan. Melalui penguatan yang dilakukan secara terintegrasi, kami terus membangun organisasi yang lebih tangguh, adaptif, dan mampu menciptakan nilai tambah bagi seluruh pemangku kepentingan," ujar Abdul Bari seperti dikutip dari keterangan tertulis, Minggu, 6 September 2026.
Penguatan kinerja juga tercermin dari kinerja keuangan Jamkrindo hingga 30 Juni 2026. Perseroan membukukan imbal jasa penjaminan bersih sebesar Rp3,16 triliun, meningkat 21,49 persen dibandingkan semester I-2025.
Pada periode yang sama, total aset Jamkrindo mencapai Rp29,83 triliun dengan total ekuitas sebesar Rp13,90 triliun. Kinerja tersebut menjadi modal bagi perusahaan untuk menjaga pertumbuhan usaha secara berkelanjutan sekaligus memperkuat fundamental keuangan.
Volume penjaminan capai Rp157,30 triliun
Selain mencatatkan pertumbuhan kinerja keuangan, Jamkrindo terus memperluas akses pembiayaan bagi pelaku usaha. Hingga semester I-2026, perseroan membukukan volume penjaminan sebesar Rp157,30 triliun. Penjaminan tersebut telah memberikan akses kepada sekitar 2,28 juta pelaku usaha.
Capaian tersebut turut memperkuat peran Jamkrindo dalam memperluas inklusi keuangan, memperkuat ekosistem usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
Sebagai bagian dari Holding Indonesia Financial Group (IFG), Jamkrindo mendukung agenda konsolidasi dan streamlining industri penjaminan sebagai arah strategis pemegang saham.
Agenda tersebut ditujukan untuk memperkuat kapasitas kelembagaan, tata kelola, dan daya saing industri penjaminan. Langkah itu diharapkan dapat menciptakan nilai tambah yang lebih besar, memperkuat stabilitas sistem keuangan, dan mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
"Konsolidasi dan streamlining merupakan langkah strategis untuk membangun industri penjaminan yang lebih kuat, berdaya saing, dan mampu memberikan nilai tambah yang lebih besar bagi perekonomian nasional," ujar Abdul Bari.

(Ilustrasi. Foto: dok Jamkrindo)
Perkuat program TJSL
Komitmen Jamkrindo dalam menciptakan nilai tambah juga dilakukan melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL). Sejumlah program yang dijalankan antara lain Pustaka Lestari, Pelosok Mengajar, Mobil Pelita, pelatihan dan literasi keuangan bagi UMKM, serta Trash4Cash.
Program tersebut diarahkan untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan pelestarian lingkungan sebagai bagian dari pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.
Abdul Bari menegaskan Jamkrindo akan terus memperkuat strategi transformasi untuk meningkatkan daya saing perusahaan, memperluas akses pembiayaan bagi UMKM, meningkatkan kualitas layanan, serta menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan.
"Dengan semangat Melayani Sepenuh Hati, kami berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan penjaminan yang andal, inovatif, dan tepercaya. Kami akan terus memperkuat kapabilitas organisasi agar mampu memberikan manfaat yang semakin luas bagi UMKM, mitra usaha, masyarakat, dan perekonomian Indonesia," tutup dia.