Rute Penerbangan Makassar dan Singapura Paling Terdampak Penutupan Bandara Soetta

Ilustrasi penumpang Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta. Foto: ANTARA/Azmi Samsul M.

Rute Penerbangan Makassar dan Singapura Paling Terdampak Penutupan Bandara Soetta

Fachri Audhia Hafiez • 6 September 2026 08:24

Jakarta: Penerbangan rute Makassar (UPG) dan Singapura (SIN) menjadi jalur dengan jumlah pergerakan pesawat paling terdampak akibat penutupan sementara operasional Bandar Udara (Bandara) Internasional Soekarno-Hatta (Soetta). Penutupan ini imbas erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Rute penerbangan dengan jumlah pergerakan terdampak terbanyak meliputi domestik utama, Makassar (UPG) dengan total 16 pergerakan pesawat, dan internasional utama, Singapura (SIN) dengan total 11 pergerakan pesawat," kata Direktur Jenderal Perhubungan Udara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Lukman F. Laisa dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, 6 September 2026.
 


Lukman menerangkan, secara keseluruhan penutupan wilayah udara berdasarkan Notice to Airmen atau Notice to Air Missions (NOTAM) Nomor A3344/26 jo NOTAM A3341/26 yang diperpanjang hingga pukul 09.30 WIB ini berdampak pada 209 pergerakan penerbangan dan 22.798 penumpang.

Khusus sektor internasional, penanganan status penerbangan mencakup 16 pembatalan, 7 penundaan, dan 5 penjadwalan ulang yang melayani rute Singapura, Hong Kong, Sydney, Seoul/Incheon, Doha, Amsterdam, hingga Kuala Lumpur. Sementara pada sektor domestik, tercatat 4 pembatalan dan 1 penerbangan dialihkan untuk rute Lampung, Denpasar, serta Surabaya.

Perpanjangan waktu penutupan operasional ini diambil setelah hasil paper test terbaru Stasiun Meteorologi Kelas I Soekarno-Hatta pada pukul 06.05 WIB-06.35 WIB masih menunjukkan adanya sebaran abu vulkanik di area bandara.


Lava pijar dari Gunung Anak Krakatau terlihat dari Pasauran, Kabupaten Serang, Banten. Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Bagus Khoirunas/agr.

Di tengah situasi tersebut, Ditjen Perhubungan Udara memastikan 170 pesawat yang sedang parkir (Remain Over Night/RON) di apron Terminal 1, Terminal 2, Terminal 3, hingga area Kargo berada dalam kondisi aman.

"Aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap keputusan operasional. Penyesuaian operasional penerbangan akan terus dilakukan secara dinamis berdasarkan perkembangan kondisi di lapangan," tegas Lukman.

Guna mengantisipasi dampak berantai (cascading impact) pada rotasi armada dan jadwal penerbangan berikutnya, Kemenhub mengimbau masyarakat untuk tidak terburu-buru datang ke bandara serta memantau pembaruan informasi dari masing-masing maskapai.

(Fachri Audhia Hafiez)