Fakta-Fakta Matahari Buatan Tiongkok: Diproyeksikan Menghasilkan Listrik pada 2030

Tokamak HL-2M, matahari buatan, di Chengdu, Provinsi Sichuan, Tiongkok Barat Daya. Dok. Otoritas Energi Atom Tiongkok via Global Times

Fakta-Fakta Matahari Buatan Tiongkok: Diproyeksikan Menghasilkan Listrik pada 2030

Riza Aslam Khaeron • 16 July 2026 20:25

Jakarta: Tiongkok terus mengembangkan teknologi fusi nuklir penghasil energi melalui perangkat seperti HL-3 serta Experimental Advanced Superconducting Tokamak atau EAST, perangkat yang populer dijuluki sebagai “matahari buatan”.

Meskipun perangkat-perangkat canggih tersebut hingga kini belum dioperasikan sebagai pembangkit listrik komersial, Tiongkok dilaporkan telah mencapai lompatan teknologi yang besar dan diproyeksikan dapat menghasilkan listrik dalam waktu dekat, menjanjikan sumber energi bersih dan tersedia dalam kapasitas yang sangat besar.

Berikut adalah fakta-fakta menarik mengenai matahari buatan Tiongkok:

Alasan Disebut Matahari Buatan

Julukan "matahari buatan" disematkan karena mesin raksasa ini dirancang untuk meniru proses reaksi alami yang menjadi sumber energi utama bagi Matahari dan bintang-bintang di alam semesta.

Matahari menghasilkan energinya melalui proses fusi nuklir. Reaksi ini terjadi ketika dua inti atom ringan bergabung membentuk inti atom yang lebih berat, yang kemudian melepaskan energi panas dalam jumlah yang sangat masif.

Para peneliti optimistis bahwa teknologi reaktor ini akan membuka jalan bagi penemuan sumber energi bersih yang sangat kuat sekaligus ramah lingkungan. Metode fusi ini juga diklaim jauh lebih bersih dan jauh lebih aman dibandingkan dengan reaktor fisi nuklir konvensional yang digunakan saat ini.
 

Capai Suhu 100 Juta Derajat Celsius


Foto: CNNC

EAST sukses mencetak rekor dunia baru pada 20 Januari 2025 setelah berhasil mempertahankan suhu ekstrem hingga 100 juta derajat Celsius dalam kondisi stabil selama 1.066 detik, atau sekitar 17 menit 46 detik.

Pencapaian ini melampaui rekor mereka sebelumnya pada tahun 2023, di mana saat itu EAST hanya mampu mempertahankan plasma selama 403 detik.

Tak berhenti di situ, pada Maret 2025, reaktor HL-3 juga berhasil mencapai suhu inti atom sebesar 117 juta derajat Celsius dengan suhu elektron menyentuh angka 160 juta derajat Celsius.
Sebagai perbandingan, suhu inti Matahari yang asli diperkirakan "hanya" sekitar 15 juta derajat Celsius.

Ini berarti suhu tertinggi yang dihasilkan oleh perangkat-perangkat ini mampu melampaui 10 kali lipat suhu inti Matahari kita.
 

Ciptakan Energi 4 Juta Kali Lebih Besar Daripada Minyak

Teknologi fusi nuklir memiliki potensi besar untuk menghasilkan energi yang jauh melampaui bahan bakar fosil biasa.

Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) menyebutkan bahwa secara teoritis, satu kilogram bahan bakar fusi dapat menghasilkan energi hingga hampir empat juta kali lebih besar dibandingkan hasil pembakaran minyak bumi atau batu bara dalam jumlah yang sama.

Selain efisiensinya yang luar biasa, proses fusi ini sama sekali tidak menghasilkan emisi karbon dioksida secara langsung selama proses pembangkitan energi. Terlebih lagi, bahan baku utamanya seperti deuterium dapat diperoleh dengan mudah dan melimpah dari air laut.

Melibatkan Kerja Sama Internasional

Dalam pengembangannya, Tiongkok tidak bergerak sendiri. Negara ini merupakan salah satu anggota aktif dalam proyek International Thermonuclear Experimental Reactor (ITER) yang saat ini tengah dibangun di Prancis.

Mega proyek ini melibatkan kolaborasi multinasional antara Tiongkok, Uni Erpoa, India, Jepang, Korea Selatan, Rusia, dan Amerika Serikat. Tiongkok sendiri resmi bergabung sejak tahun 2006 dan bertanggung jawab atas sekitar 9 persen dari keseluruhan proses pembangunan serta operasional ITER.

Selain itu, EAST juga sengaja dibuka sebagai wadah penelitian kolaboratif bagi para ilmuwan, baik dari dalam negeri Tiongkok maupun dari berbagai penjuru dunia. Hasil-hasil eksperimen dari reaktor ini nantinya akan digunakan untuk membantu perancangan reaktor fusi generasi berikutnya yang berukuran jauh lebih besar di masa depan.
 
Baca Juga:
Warga Indonesia Buat 9 Juta Gambar AI Gemini Setiap Hari, Tertinggi di ASEAN
 

Diproyeksikan Menghasilkan Listrik Mulai Tahun 2030

Berdasarkan laporan dari China Central Television (CCTV) pada bulan Juli 2026, dua komponen magnet superkonduktor buatan lokal untuk reaktor fusi EAST telah berhasil melewati uji penerimaan teknis dan uji beban penuh.

Perangkat eksperimental fusi kompak, yang menempatkan magnet tersebut sebagai komponen inti utamanya, ditargetkan selesai dibangun pada akhir tahun 2027 dan pembangkitan listrik pertama di Tiongkok yang bersumber dari energi fusi nuklir diharapkan dapat didemonstrasikan pada sekitar tahun 2030.

(Riza Aslam Khaeron)