Ilustrasi hewan kurban. Foto: Antara.
53 Ternak di Gunungkidul Dilaporkan Mati Mendadak
Ahmad Mustaqim • 7 May 2026 22:40
Yogyakarta: Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menerima 53 laporan ternak mati mendadak sejak awal 2026. Ternak-ternak mati tersebut dari berbagai jenis yang ada di wilayah tersebut.
"Sebanyak 53 laporan terdiri dari 12 ekor kambing dan 41 sapi," kata Kepala DPP Kabupaten Gunungkidul, Rismiyadi pada Rabu, 7 Mei 2026.
.jpg)
Ilustrasi hewan kurban. Foto: Medcom.id.
Rismiyadi menyatakan banyak laporan yang masuk tersebut mengindikasikan peningkatan kesadaran masyarakat setempat dalam pencegahan penyakit hewan. Hal yang ia maksud, yakni tindakan memotong hewan ternak mati kemudian dikonsumsi atau disebut brandu oleh masyarakat setempat.
"Ia (pelapor) tidak mempermasalahkan makin banyak ternak mati yang dilaporkan. Ia menganggap hal tersebut merupakan yang bagus karena menjadi bagian untuk mencegah praktik brandu di masyarakat," ujarnya.
Menurut Rismiyadi, pemerintah berupaya dengan sejumlah pihak menekan perilaku brandu yang ada di masyarakat. Pasalnya, perilaku tersebut memperbesar risiko penyebaran penyakit, salah satu antraks. Antraks menjadi salah satu penyakit dari hewan (zoonosis) yang dalam beberapa tahun terakhir muncul di wilayah tersebut.
"Makanya terus kita cegah praktik brandu ini dengan memberikan kompensasi untuk kematian ternak. Agar masyarakat semakin paham, sosialisasi dan edukasi terus dilakukan," kata dia.
Baca Juga :
Hewan Kurban Sehat di Padang Diberi Label Khusus
"Selama 2026 ini sebanyak 22 peternak sudah diberikan kompensasi, totalnya senilai Rp84,5 juta. Ini realisasi kompensasi kasus 2025 kepada 37 peternak," ucapnya.