Mantan presiden AS Barack Obama. (EPA)
Obama Peringatkan Risiko Kerusakan Global akibat Kebijakan Luar Negeri AS
Willy Haryono • 5 May 2026 14:58
Washington: Eks Presiden Amerika Serikat Barack Obama memperingatkan bahwa AS berisiko menyebabkan kerusakan global jika para pemimpinnya meninggalkan nilai-nilai dasar kemanusiaan.
Pernyataan ini disampaikan sebagai respons tidak langsung terhadap ancaman Presiden Donald Trump yang mengatakan bahwa Iran akan menghadapi kehancuran jika tidak menyerah.
Dalam wawancara yang diterbitkan majalah The New Yorker, Obama menegaskan bahwa kepemimpinan Amerika harus mencerminkan penghormatan terhadap martabat manusia, tidak hanya di dalam negeri tetapi juga di luar perbatasan.
Obama meragukan efektivitas perang melawan Iran dan mengungkapkan bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, telah mendesak dirinya maupun Trump untuk melakukan konfrontasi militer.
Obama mengaku telah menolak desakan tersebut selama masa jabatannya dan meyakini bahwa prognosisnya saat itu akurat terkait manfaat nyata dari konflik tersebut bagi Israel maupun Amerika Serikat.
Menurutnya, meskipun Netanyahu telah mendapatkan apa yang diinginkannya, ia mempertanyakan apakah hasil tersebut merupakan yang terbaik bagi rakyat Israel dan kepentingan Amerika Serikat.
Risiko Kehancuran Dunia
Menanggapi ancaman Trump yang menyebut seluruh peradaban akan mati malam ini dan tidak akan pernah kembali lagi, Obama mengatakan bahwa bahasa tersebut bertentangan dengan prinsip kepemimpinan Amerika.Ia menekankan pentingnya menyuarakan nilai-nilai inti dan kepedulian terhadap warga sipil yang tidak bersalah di negara-negara dengan pemerintahan yang buruk.
"Jika kita tidak menjaga diri dari kesombongan dan kepentingan pribadi semata, dunia dapat hancur dengan cara yang sangat buruk," ujar Obama, seperti dikutip Anadolu, pada Selasa, 5 Mei 2026.
Mantan presiden tersebut juga menyoroti kerusakan luas pada hubungan Amerika dengan negara-negara sekutu di bawah pemerintahan Trump. Obama memperingatkan bahwa upaya membangun kembali hubungan internasional tersebut akan menjadi tantangan yang sangat berat.
Ia menilai perbaikan kerusakan pada tatanan internasional akan jauh lebih sulit dibandingkan perbaikan domestik, sembari menyebut sistem kerja sama internasional pasca-Perang Dunia II sebagai salah satu momen terbaik Amerika Serikat. (Kelvin Yurcel)
Baca juga: Video Rasis soal Obama di Truth Social: Trump Mengecam, Tapi Tolak Meminta Maaf