Penutupan jalur di Kota Kediri, Jawa Timur. Kegiatan itu bagian dari proyek jalan tol Kediri-Tulungagung. ANTARA/HO-Pemkot Kediri
Pemkot Kediri Tutup Sebagian Jalan Kawi untuk Proyek Drainase
Silvana Febiari • 6 May 2026 10:05
Kediri: Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri, Jawa Timur, memutuskan menutup sebagian Jalan Kawi. Penutupan ini dilakukan menyusul pengerjaan pembangunan persilangan saluran air (drainase) dalam proyek jalan tol oleh pelaksana proyek.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Kediri Arief Cholisudin mengatakan penutupan untuk proyek jalan Tol Kediri-Tulungagung tersebut dilakukan selama tiga pekan. Mulai tanggal 5 hingga 26 Mei 2026.
“Pembangunan crossing ini krusial untuk mencegah banjir di lingkungan sekitar. Saluran ini nantinya mengalirkan air menuju pembuangan ke sisi timur (Sungai Brantas),” katanya, dilansir dari Antara, Rabu, 6 Mei 2026.
Baca Juga :
Ia mengatakan penutupan tersebut juga dilakukan atas pengajuan pihak pelaksana pembangunan jalan tol. Tujuannya untuk memberikan keamanan dan kenyamanan selama proses pengerjaan berlangsung.
Kendati dilakukan penutupan, di Jalan Kawi Kota Kediri tersebut kegiatan penutupan tidak ditutup total. Proses penutupan hanya berlaku di titik lokasi proyek dengan panjang sekitar 50 meter.
Masyarakat yang tinggal di area sekitar tetap bisa memanfaatkan akses jalan lingkungan untuk beraktivitas. Sementara untuk kendaraan besar dan angkutan berat dipastikan tidak terkendala dan tetap melintas di rute semula.
Dirinya juga sudah melakukan evaluasi dari hasil penutupan yang dilakukan di hari pertama tersebut. Hasilnya tidak terjadi penumpukan dan pengguna jalan juga patuh.
“Kami sudah melakukan pemantauan di lapangan dan sejauh ini tidak terjadi penumpukan kendaraan. Kami juga bekerja sama dengan Satlantas Polres Kediri Kota dan LMA selaku pelaksana proyek dalam pengaturan lalu lintas dan pemasangan road barrier pembatas jalan,” ungkap dia.

Penutupan jalur di Kota Kediri, Jawa Timur. Kegiatan itu bagian dari proyek jalan tol Kediri-Tulungagung. ANTARA/HO-Pemkot Kediri
Lebih lanjut, Cholis mengatakan pihaknya juga sudah memberikan informasi penutupan ini ke masyarakat, termasuk lewat sarana media sosial. Dengan itu, penyebaran informasi secara luas bisa sampai ke masyarakat agar mereka juga dapat menyesuaikan rute perjalanan selama masa penutupan.
Pihaknya juga menyampaikan maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan dengan kegiatan tersebut. Masyarakat diimbau untuk menyesuaikan rute perjalanan serta tetap berhati-hati selama berkendara.
"Kami berharap masyarakat bisa memaklumi karena proyek ini bertujuan untuk kepentingan bersama, terutama mengatasi masalah banjir. Kami juga berupaya agar pengerjaan dapat segera selesai sehingga jalan dapat kembali dibuka,” ujar Cholis.