Kondisi KRL Commuter Line yang kecelakaan di Stasiun Bekasi Timur. Metrotvnews.com/Antonio
Menhub Ungkap Kronologi Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur
Gabriella Thesa Widiari • 21 May 2026 16:06
Jakarta: Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi mengungkapkan kronologi insiden kecelakaan maut KRL Commuterline dengan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur. Kecelakaan tersebut menyebabkan 16 orang meninggal dunia.
"Pada 27 April pukul 20.52 WIB, terjadi insiden kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur yang melibatkan kereta api Commuterline Jakarta-Cikarang, dan Kereta Argo Bromo Anggrek," ujar Dudy dalam rapat kerja dengan Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis, 21 Mei 2026.
Dalam rapat kerja tersebut, Dudy menampilkan ilustrasi kecelakaan kereta api tersebut. Dia mengatakan KRL Jakarta-Cikarang 5568A tiba pukul 20.34 WIB, satu menit lebih awal di Stasiun Bekasi.
Sementara itu, KA Sawunggalih 116B tiba di Stasiun Bekasi pukul 20.35 WIB dalam kondisi terlambat lima menit, dan diberangkatan kembali pada pukul 20.37 WIB. Kemudian, pada Pukul 20.39 WIB KA Sawunggalih melintasi Stasiun Bekasi Timur.
"KA Sawunggalih berhenti di Stasiun Bekasi untuk menaikan penumpang," kata Dudy.
Beberapa menit setelah KA Sawunggalih melintas, sebuah taksi mogok di tengah perlintasan sebidang JPL 85. Di saat bersamaa, tepatnya pada pukul 20.48 WIB, KRL Jakarta Cikarang 5181B melintas dan tertemper kendaraan tersebut.
"Terjadi temperan dengan taksi tersebut. Timbul kerumunan, di mana warga melihat lokasi kecelakaan tersebut atau temperan tersebut," kata Dudy.
Sementara itu, KRL Jakarta-Cikarang 5568A sudah terlambat delapan menit, dan diberangkatkan dari Stasiun Bekasi pada pukul 20.45 WIB. KRL tersebut tiba di Stasiun Bekasi Timur pukul 20.49 WIB dengan keterlambatan sembilan menit.
KRL Jakarta-Cikarang 5568A sempat diberangkatkan kembali dari Stasiun Bekasi Timur. Namun terhenti lantaran adanya kerumunan warga yang melihat temperan KRL dengan taksi mogok.
"Kereta tersebut sempat berangkat, namun terhenti atau berhenti karena adanya kerumunan di depan untuk melihat kejadian temperan tersebut," kata Dudy.
.jpeg)
Kementerian Perhubungan tampilkan ilustrasi kecelakaan KRL-KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur. Foto: Tangkapan layar YouTube TV Parlemen
Selanjutnya, Dudy memaparkan, KA Argo Bromo Anggrek melintasi Stasiun Bekasi Timur pukul 20.51 WIB. KA Jarak jauh itu tiba lebih awal tiga menit dari jadwal, dengan kecepatan 108 km/jam.
"Tumburan terjadi pada jam 20.52 WIB," kata Dudy.
Dudy mengatakan, insiden tersebut mengakibatkan 124 korban, termasuk 16 korban meninggal dunia. Menurutnya, lima korban masih dirawat dan 103 korban yang sudah kembali ke rumah masing-masing.
"Selanjutnya, Kementerian Perhubungan menghormati proses investigasi yang saat ini masih berlangsung oleh KNKT, dan mendukung pelaksanaannya secara independen, profesional, serta transparan," kata Dudy.