Kebun teh, dok: United Nations
Tanggal 21 Mei Jadi Hari Teh Sedunia, Simak Sejarahnya
Putri Purnama Sari • 21 May 2026 13:43
Jakarta: Setiap tanggal 21 Mei, dunia memperingati Hari Teh Sedunia atau International Tea Day. Peringatan ini menjadi momen untuk meningkatkan kesadaran masyarakat global mengenai pentingnya teh sebagai salah satu minuman paling populer di dunia sekaligus sumber penghidupan bagi jutaan petani dan pekerja.
Dilansir dari laman resmi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Hari Teh Internasional ditetapkan melalui resolusi nomor A/RES/74/241. Penetapan tersebut dilakukan sebagai bentuk pengakuan terhadap sejarah panjang teh dan perannya yang besar di berbagai negara.
Hari Teh Internasional bertujuan mendorong produksi teh yang berkelanjutan, mulai dari proses budidaya hingga sampai ke cangkir konsumen. Melalui upaya tersebut, diharapkan manfaat teh tetap dapat dirasakan oleh manusia, budaya, dan lingkungan lintas generasi.
Sejarah Hari Teh Internasional
.jpg)
Teh, dok: freepik
Penetapan Hari Teh Internasional bermula dari kesadaran Majelis Umum PBB terhadap signifikansi budaya dan ekonomi teh di berbagai belahan dunia. Selain menjadi salah satu minuman paling populer secara global, teh juga dinilai memiliki peran penting dalam pembangunan pedesaan, pengurangan kemiskinan, dan ketahanan pangan, khususnya di negara berkembang.
Sebelum ditetapkan secara resmi oleh PBB, Hari Teh sebelumnya telah diperingati di sejumlah negara penghasil teh seperti India, Sri Lanka, Nepal, Vietnam, Kenya, dan Bangladesh sejak tahun 2005.
PBB kemudian menetapkan tanggal 21 Mei sebagai Hari Teh Internasional dan menunjuk Food and Agriculture Organization (FAO) untuk memimpin peringatannya setiap tahun.
Tema Hari Teh Internasional 2026
Pada tahun 2026, Hari Teh Internasional mengusung tema “Melestarikan Industri Teh, Mendukung Komunitas”. Tema ini menyoroti pentingnya menjaga keberlanjutan industri teh sekaligus mendukung kesejahteraan jutaan pekerja dan keluarga yang menggantungkan hidup dari sektor tersebut.Produksi dan pengolahan teh sendiri menjadi sumber mata pencaharian utama bagi jutaan keluarga di berbagai negara. Oleh karena itu, peringatan Hari Teh Internasional juga menjadi ajang untuk mempromosikan produksi, konsumsi, dan perdagangan teh yang berkelanjutan.
Melalui momentum ini, para pelaku di tingkat global, regional, hingga nasional diharapkan dapat terus menjaga sektor teh agar berkontribusi dalam mengurangi kemiskinan ekstrem, memerangi kelaparan, serta melindungi sumber daya alam dan lingkungan.
Di Indonesia sendiri, teh juga menjadi bagian dari budaya masyarakat dan banyak dinikmati dalam berbagai kesempatan, baik saat santai maupun acara keluarga.