Sebuah kapal yang membawa bantuan kemanusiaan tiba di Havana, Kuba. (Anadolu Agency)
Bantuan Kemanusiaan Meksiko dan Uruguay Tiba di Havana saat Krisis Kuba Memburuk
Muhammad Reyhansyah • 19 May 2026 17:01
Havana: Sebuah kapal yang membawa bantuan kemanusiaan dari pemerintah Meksiko dan Uruguay tiba di Havana, Kuba, pada Senin, 18 Mei 2026 untuk membantu meringankan krisis yang semakin memburuk di negara tersebut.
Melansir AsiaOne dan Associated Press, Selasa, 19 Mei 2026, kapal yang berangkat dari pelabuhan di Meksiko itu membawa barang-barang kebutuhan kebersihan pribadi serta 1.700 ton biji-bijian, susu bubuk, dan berbagai bahan makanan lainnya.
“Bantuan tersebut tiba di tengah kesulitan ekonomi besar yang diperparah oleh pengetatan blokade yang diberlakukan pemerintah Amerika Serikat terhadap negara kami,” kata Menteri Industri Pangan Kuba Alberto López Díaz.
Ia menambahkan bantuan akan didistribusikan “dengan tanggung jawab dan penghormatan penuh” dengan memprioritaskan anak-anak, lansia, dan keluarga rentan.
Berbeda dengan pengiriman bantuan sebelumnya yang dipublikasikan pemerintah Meksiko sebagai bentuk solidaritas terhadap Kuba, otoritas Meksiko kali ini hampir tidak memberikan komentar mengenai pengiriman bantuan tersebut.
Kementerian luar negeri dan kantor presiden Meksiko juga belum memberikan tanggapan terkait rincian bantuan tersebut.
Ketegangan antara Amerika Serikat dan Kuba meningkat ketika Washington memperbesar tekanan terhadap Havana sambil mengupayakan dakwaan terhadap mantan Presiden Kuba Raul Castro atas dugaan keterlibatannya dalam insiden jatuhnya empat pesawat milik kelompok pengasingan Brothers to the Rescue pada 1996.
Raul Castro saat itu menjabat sebagai menteri pertahanan Kuba.
Krisis ekonomi dan energi Kuba semakin memburuk tahun ini setelah Amerika Serikat menginvasi Venezuela pada awal Januari sehingga menghentikan pengiriman minyak penting dari negara Amerika Selatan tersebut.
Krisis Energi Kuba
Pada akhir Januari, Presiden AS Donald Trump juga mengancam akan memberlakukan tarif terhadap negara mana pun yang menjual atau memasok minyak ke Kuba.Kelangkaan bahan bakar dan pemadaman listrik besar-besaran terus terjadi di berbagai wilayah Kuba. Sejumlah warga Havana berkumpul saat kapal bantuan itu bersandar di pelabuhan.
“Semuanya yang datang itu bagus,” kata warga bernama Reiniel Morales.
“Kita harus menemukan cara melawan blokade ini. Dan jika masih ada kapal di dunia ini, hal terbaik yang bisa mereka lakukan adalah membantu Kuba karena rakyat Kuba yang menderita,” lanjutnya.
Morales mengatakan dirinya belum menerima bantuan yang sebelumnya dikirim Meksiko tahun ini, tetapi berharap suatu saat akan mendapatkannya karena memiliki kedua orang tua lanjut usia di rumahnya.
Seorang guru bernama Niurvis Fabre juga menyambut baik bantuan terbaru tersebut. Ia mengatakan tidak berharap menerima bantuan itu karena usianya, tetapi merasa senang selama bantuan diberikan kepada orang-orang yang benar-benar membutuhkan.
Baca juga: Trump Disebut Makin Serius Pertimbangkan Opsi Militer terhadap Kuba