Tim SAR Gabungan saat menemukan korban jatuhnya pesawat ATR 42-500, di Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan, Senin, 19 Januari 2026.
Keluarga Korban Pesawat ATR 400 Mulai Berikan Data Antemortem
Muhammad Syawaluddin • 19 January 2026 19:29
Makassar: Tim Disaster Victim Identification (DVI) bergerak cepat dalam proses identifikasi korban kecelakaan pesawat ATR 400. Proses ini dilakukan setelah tim SAR gabungan menemukan dua dari sepuluh korban.
Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan, Kombes Pol Didik Supranoto, mengatakan pihaknya telah mengambil data awal untuk antemortem. Data awal tersebut diperoleh dari delapan anggota keluarga korban.
"Sampai dengan saat ini, kami telah melakukan pengumpulan data awal atau dalam DVI adalah anti mortem, telah memeriksa delapan keluarga dari korban kecelakaan ini," katanya, di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin, 19 Januari 2026.
Didik juga mengungkapkan, dua keluarga korban yang belum melakukan pengambilan data rencananya akan menjalani pengambilan DNA. Proses ini dilakukan untuk keperluan antemortem.
"Empat orang keluarga korban datang langsung ke sini, sementara empat lainnya kami lakukan pemeriksaan di kediaman masing-masing. Sebagian keluarga juga berencana datang untuk memantau langsung perkembangan penanganan," jelas Didik.
(1).jpeg)
Serpihan Pesawat ATR 400 ditemukan di kawasan Gunung Bulusaraung. Dokumentasi/Istimewa
Pihaknya tidak bisa secara langsung menyelesaikan antemortem. Sebab, keluarga korban tidak semua berada di Sulawesi Selatan.
"Ada keluarga yang difasilitasi untuk datang ke Sulsel, namun ada juga yang datanya diambil di daerah masing-masing. Kami tetap berkoordinasi dan menjaga komunikasi dengan keluarga korban," ungkap Didik.
Hingga saat ini, pihaknya belum menerima jenazah maupun bagian tubuh korban kecelakaan pesawat ATR 400. Oleh karena itu, pemeriksaan post mortem juga belum dapat dilakukan.
"Sampai saat ini kita belum menerima hasil pencarian dari tim yang sekarang masih di tempat kejadian perkara. Kalau nanti di sana kita sudah temukan korban kemudian yang lain-lainnya, maka akan kita lakukan identifikasi atau pos mortem dan nanti akan kita cocokkan dengan data antemortemnya," jelas Didik.