Pelaksanaan imunisasi campak di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. (ANTARA/Rizal Hanafi)
51 Balita di Bandarlampung Suspek Campak
Lukman Diah Sari • 30 March 2026 13:08
Bandarlampung: Pemerintah Kota (Pemkot) Bandarlampung, Lampung, menemukan 51 kasus suspek campak pada balita yang tersebar di sejumlah puskesmas dalam rentang Januari-Maret 2026.
"Berdasarkan data dari 31 puskesmas di Kota Bandarlampung, ditemukan sekitar 51 kasus suspek campak pada balita," kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Bandarlampung Muhtadi Arsyad Tumenggung, di Bandarlampung, Senin, 30 Maret 2026, melansir Antara.
"Kasus-kasus ini sudah ditangani cepat oleh puskesmas, sekaligus dilakukan pemantauan dan penanganan langsung di masyarakat,” jelas dia.
Muhtadi juga menyebutkan bahwa berdasarkan laporan dari rumah sakit di Bandarlampung, menemukan 169 kasus suspek campak. "Tetapi semuanya belum dipastikan apakah yang suspek tersebut warga Bandarlampung atau bukan," kata dia.

Ilustrasi campak. (Freepik)
Dia mengatakan, selain penanganan medis, Dinkes juga mengintensifkan komunikasi, edukasi, dan informasi (KIE) kepada masyarakat melalui posyandu, kader kesehatan, hingga Tim Penggerak PKK. Masyarakat diminta segera ke fasilitas kesehatn jika mengalami demam atau ruam.
"Dari data yang dihimpun, sebagian besar kasus suspek terjadi pada anak yang belum mendapatkan imunisasi. Ini menunjukkan bahwa imunisasi campak sangat penting. Efektivitasnya bisa mencapai 97 persen dalam mencegah penyakit,” jelas dia.
Muhtadi berharap seluruh balita di Kota Bandar Lampung mendapatkan imunisasi lengkap sebagai langkah utama menekan penyebaran campak. Pihaknya, kata dia, terus menggencarkan edukasi serta meningkatkan cakupan vaksinasi demi melindungi anak-anak.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun Google News Metrotvnews.com