Wakil Tetap RI Temui Sekjen PBB Tuntut Penyelidikan Serangan Terhadap Prajurit TNI

Wakil Tetap RI untuk PBB Duta Besar Umar Hadi temui Sekjen PBB Antonio Guterres. Foto: PTRI New York

Wakil Tetap RI Temui Sekjen PBB Tuntut Penyelidikan Serangan Terhadap Prajurit TNI

Fajar Nugraha • 31 March 2026 09:10

New York: Indonesia mengutuk keras serangan keji terhadap Pasukan Sementara PBB di Lebanon (UNIFIL) pada 29 dan 30 Maret 2026, yang mengakibatkan gugurnya para penjaga perdamaian Indonesia yang gagah berani dan melukai beberapa lainnya.

Sehubungan dengan serangan tersebut, Duta Besar Umar Hadi pada 30 Maret 2026 waktu New York, Amerika Serikat bertemu dengan Sekretaris Jenderal PBB dan Wakil Sekretaris Jenderal untuk Operasi Perdamaian.


Dubes Umar Hadi menuntut penyelidikan segera, menyeluruh, dan transparan serta penegasan kembali prinsip-prinsip yang menjamin keselamatan dan keamanan seluruh personel penjaga perdamaian PBB.

“Indonesia menghormati pengorbanan tertinggi yang dilakukan oleh para Penjaga Perdamaian PBB. Keberanian mereka menjadi bukti komitmen teguh Indonesia terhadap perdamaian dan keamanan global,” ujar keterangan Perwakilan Tetap RI untuk PBB, dikutip dari Instagram, Selasa 31 Maret 2026.

Setelah pada 29 Maret seorang prajurit TNI Praka Farizal Romadhon gugur akibat proyektil yang diduga berasal dari Israel menghantam markas UNIFIL, dua prajurit TNI lainnya juga dilaporkan meninggal dalam insiden ledakan di Bani Hayyan, selatan Lebanon.

Jean-Pierre Lacroix, Wakil Sekretaris Jenderal untuk Operasi Perdamaian mengecam keras kejadian ini.

“Pagi ini, dua pasukan penjaga perdamaian Indonesia kehilangan nyawa dalam sebuah ledakan yang menghantam konvoi logistik UNIFIL, menghancurkan kendaraan mereka, di dekat Bani Hayyan di Sektor Timur,” ujar Lacroix dalam pernyataan UNIFIL.

“Dua pasukan penjaga perdamaian lainnya terluka, satu di antaranya luka serius. Asal ledakan belum ditentukan. Kemarin, seorang pasukan penjaga perdamaian dari kontingen Indonesia tewas dalam sebuah ledakan di dalam pangkalan UNIFIL di Ett Taibe juga di Sektor Timur. Pasukan penjaga perdamaian lainnya terluka parah dan dievakuasi ke rumah sakit di Beirut,” imbuh Lacroix.

“Saya menyampaikan belasungkawa terdalam saya kepada keluarga para pasukan penjaga perdamaian yang gugur dan Pemerintah Indonesia. Saya berharap agar mereka yang terluka segera pulih. Kami mengutuk keras insiden yang tidak dapat diterima ini,” tegasnya.

Lacroix menegaskan bahwa pasukan penjaga perdamaian tidak boleh menjadi sasaran. UNIFIL sedang menyelidiki insiden ini untuk menentukan keadaan dari perkembangan tragis ini.

Dirinya menyoroti tentang beberapa insiden perilaku agresif terhadap pasukan penjaga perdamaian UNIFIL dalam beberapa hari terakhir.

Menurutnya, semua tindakan yang membahayakan Pasukan penjaga perdamaian harus berhenti. Semua pihak harus mematuhi kewajiban mereka untuk memastikan keselamatan dan keamanan pasukan penjaga perdamaian setiap saat.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Fajar Nugraha)