Anak Muda Didorong Manfaatkan Peluang Kerja di Luar Negeri

Calon pekerja migran Indonesia. Foto: dok Antara via MI.

Anak Muda Didorong Manfaatkan Peluang Kerja di Luar Negeri

Husen Miftahudin • 23 September 2026 11:20

Banyuwangi: Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor mendorong generasi muda memanfaatkan bonus demografi melalui peluang magang dan bekerja di luar negeri. Menurut Afriansyah, pemerintah menyiapkan pelatihan dan pembekalan kompetensi bagi masyarakat yang berminat bekerja di luar negeri.

"Di Indonesia sekarang bonus demografinya besar, dan bagi mereka yang berminat ke luar negeri kami didik, kami latih, dan diberikan kompetensi dan skill yang memadai," kata Afriansyah seperti dikutip dari Antara, Rabu, 23 September 2026.

Afriansyah mengatakan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) tengah mendorong program bagi tenaga kerja profesional dengan keahlian khusus untuk ditempatkan di negara-negara mitra, salah satunya Jepang.

Di Jepang, peserta magang dan tenaga kerja Indonesia ditempatkan di sejumlah sektor, seperti otomotif, manufaktur, pertanian, dan pengemudi. Penempatan dilakukan sesuai kompetensi peserta serta perjanjian resmi antarlembaga dan pemerintah.

"Sebagai gambaran, di sektor otomotif ringan seperti teknisi bengkel ban, montir ganti oli, hingga perbaikan ringan, itu mampu mengantongi penghasilan bersih sekitar Rp21 juta per bulan," kata Afriansyah.

Ia juga mengapresiasi Banyuwangi sebagai salah satu daerah dengan jumlah penempatan tenaga kerja ke Jepang yang cukup besar. "Banyuwangi salah satu terbesar untuk penempatan anak-anak kita ke negara Jepang."

"Keberadaan BPVP di Banyuwangi ini bentuk komitmen kami untuk menciptakan anak-anak kita yang punya kompetensi dan kemampuan hebat-hebat, termasuk skill bahasa," kata Afriansyah menambahkan.
 



(Calon Pekerja Migran Indonesia. Foto: dok Kemnaker)
 

Pengangguran Banyuwangi turun


Afriansyah menyebut kondisi ketenagakerjaan di Banyuwangi relatif baik. Dengan jumlah penduduk sekitar 1,7 juta jiwa, tingkat pengangguran terbuka (TPT) di wilayah tersebut berada pada kisaran 10.000 orang. "Ini luar biasa rendah, persentasenya kecil, oleh karena itu harus kita dukung," kata dia.

Afriansyah mengajak masyarakat memanfaatkan fasilitas pelatihan vokasi secara optimal. Menurut dia, pengembangan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu perhatian pemerintah melalui Pelatihan Vokasi Nasional.

Program tersebut menyediakan kuota sekitar 220 ribu peserta yang ditujukan khusus bagi lulusan SMA/SMK. Seluruh pembiayaan pelatihan ditanggung negara.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono mengatakan tingkat pengangguran terbuka di Banyuwangi turun dari 4,03 persen menjadi 3,94 persen pada 2025.

"Penurunan pengangguran itu tidak cukup dibaca sebagai keberhasilan penciptaan pekerjaan saja, akan tetapi kami juga harus memperhatikan partisipasi angkatan kerja, kualitas pekerjaan, produktivitas, tingkat pendapatan dan jumlah penduduk usia kerja yang tidak aktif dalam pasar kerja," jelas Mujiono.

(Husen Miftahudin)