Berawal dari Hobi, Komunitas Railfans Aktif Dukung Kemajuan Kereta Api Indonesia

Komunitas Indonesian Railfans dalam kegiatan menghias lokomotif KAI. Foto: Dok. Pribadi.

Berawal dari Hobi, Komunitas Railfans Aktif Dukung Kemajuan Kereta Api Indonesia

Metro TV • 22 September 2026 15:21

Jakarta: Kecintaan terhadap moda transportasi kereta kini tak hanya sekadar urusan memotret lokomotif atau menghafal rute perjalanan. Di tengah komunitas pecinta kereta, hobi menaiki kereta kini bertransformasi menjadi elemen krusial dalam meningkatkan kualitas layanan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Salah satunya seperti yang dilakukan Komunitas Indonesian Railfans. Komunitas ini berawal dari akun media sosial khusus untuk unggahan foto kereta. Namun, pada 2024 sejumlah anggota memutuskan untuk membentuk komunitas guna lebih berkontribusi bagi perkeretaapian Indonesia. 

Ketua Indonesian Railfans, Deo Sasongko, menyebut salah satu peran komunitas untuk memberi masukan kepada PT KAI. Hal ini demi meningkatkan pengalaman pelanggan yang lebih baik.

“Namanya orang sudah berhobi, apalagi menggemari sesuatu, pasti akan meneliti, akan memperhatikan setiap perkembangan, dan juga ada peran untuk menjadi memberi feedback,” kata Deo kepada Metrotvnews.com, Selasa, 22 September 2026.
 


Sebagai komunitas pecinta kereta, Indonesian Railfans tak jarang turut diundang sejumlah stakeholder perkeretaapian. Dalam kesempatan tersebut, Deo mengungkap komunitasnya yang kerap menyampaikan kritik dan saran secara langsung.

Misalnya dia menyebut pernah mengkritik soal aplikasi pemesanan tiket kereta buatan PT KAI, KAI Access. Menurutnya penumpang masih ada keluhan yang dirasakan seperti ketidakstabilan server yang membuat proses pemesanan tiket terkendala.

“Banyak sekali waktu itu dari fitur dan pengalaman ketika kita pakai aplikasi itu jadi bahan kritikan kami. Karena kan kayak kita lagi booking, lalu tau-tau servernya error, terus setelah dicek kok tiba-tiba error, tidak muncul, seperti itu banyak,” ucap Deo.

Contoh lain Deo menuturkan soal detail informasi fasilitas kereta yang belum lengkap tercantum di aplikasi. Persoalan ini menurutnya sering kali menimbulkan kebingungan bagi penumpang, khususnya bagi masyarakat yang awam dengan kereta.

“Ambil contoh, ada satu kereta namanya BIMA. Ada BIMA, ada BIMA kompartemen, nah keretanya sama, dari jam terangkat maupun jam tibanya sama. Tapi kenapa yang satu harganya ratusan ribu, yang satunya sudah dua juta, apa sih yang membedakan? Nah, itu dari KAI sendiri, dari Access KAI itu tidak memberikan detail,” kata Deo.


Ketua Indonesian Railfans, Deo Sasongko. Foto: Dok. Pribadi.

Deo melihat adanya perkembangan baik dalam perkeretaapian Indonesia. Misalnya dia menyoroti produksi kereta dari dalam negeri, yakni dari PT Industri Kereta Api Indonesia (INKA).

“Kami senang terutama ketika dari INKA sendiri kan kemarin memproduksi New Generation yang mana itu juga akhirnya dipakai di beberapa kereta-kereta yang armadanya sudah mulai berumur,” terang Deo.

Di sisi lain, upaya peremajaan armada lama juga dinilai membawakan dampak positif bagi masyarakat, yakni dengan hadirnya kereta petani dan pedagang serta berbagai jenis kereta lain. 

“Lalu, ada langkah meremajakan armada-armada lamanya itu menjadi kereta-kereta baru, seperti kemarin ada kereta petani dan pedagang, dan beberapa juga disulap menjadi kereta makan yang mewah. Ada juga yang disulap jadi kompartemen,” kata Deo.

(Metrotvnews.com/Afifah Alfina)

(Fachri Audhia Hafiez)