Kapolri: Sinergi Ulama dan Umara Jadi Kekuatan dalam Membangun Bangsa

Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo (kiri) dan KH Ahmad Bahauddin Nursalim atau Gus Baha saat menghadiri "Ngaji Kebangsaan" di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Sabtu (26/9/2026). ANTARA/HO-Divisi Humas Polri.

Kapolri: Sinergi Ulama dan Umara Jadi Kekuatan dalam Membangun Bangsa

Anggi Tondi Martaon • 26 September 2026 13:12

Jakarta: Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menekankan pentingnya sinergi antara ulama dan pemimpin pemerintahan (umara) dalam membangun bangsa. Kebersamaan tersebut telah menjadi bagian dari perjalanan Indonesia sejak masa perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan.

Hal itu disampaikan Sigit saat menghadiri Ngaji Kebangsaan bersama KH Ahmad Bahauddin Nursalim (Gus Baha) di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, Sabtu, 26 September 2026. Menurut Sigit, sejarah telah menunjukkan bahwa ulama dan umara senantiasa berjalan bersama dalam perjuangan bangsa.

"Umara dan ulama memiliki sejarah perjuangan bersama dalam merebut dan mempertahankan kemerdekaan. Saat ini, kita juga memiliki tanggung jawab bersama untuk membangun bangsa," ujar Sigit dikutip dari Antara, Sabtu, 26 September 2026.
 


Sigit mengatakan peran ulama tetap penting dalam perjalanan bangsa. Ulama menjadi lentera dan kompas yang memberikan arah, nasihat serta doa bagi bangsa dan negara.

Sementara itu, Polri memiliki tugas menjaga keamanan dan ketertiban. Serta memberikan perlindungan dan pengayoman kepada masyarakat.

Menurut Sigit, situasi keamanan yang terjaga diperlukan. Sehingga, berbagai agenda pembangunan dapat berjalan dengan baik.


Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Foto: Metrotvnews.com/Siti Yona Hukmana.

Sigit mengajak ulama dan umara untuk terus bergandengan tangan menjaga persatuan dan merawat NKRI. Sinergi yang telah terjalin sejak masa perjuangan tersebut diharapkan terus menjadi kekuatan dalam membangun bangsa dan mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur.

"Mari umara dan ulama terus bergandengan tangan untuk menjaga persatuan, merawat NKRI, dan mewujudkan masyarakat yang adil dan makmur," ujar Sigit.

(Anggi Tondi)