Trump-Xi Jamuan Makan Malam Kenegaraan, Soroti Hubungan AS-Tiongkok

Presiden AS Donald Trump jamu Presiden Tiongkok Xi Jinping di Gedung Putih. Foto: The New York Times

Trump-Xi Jamuan Makan Malam Kenegaraan, Soroti Hubungan AS-Tiongkok

Fajar Nugraha • 25 September 2026 08:13

Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menyoroti membaiknya hubungan antara Amerika Serikat dan Tiongkok dalam sebuah jamuan makan malam kenegaraan untuk menghormati mitranya dari Tiongkok, Xi Jinping.

"Sebagai pemimpin kedua negara, Presiden Xi dan saya sama-sama memahami bahwa kami mewakili sistem yang berbeda, namun ikatan antara rakyat kami tetap kokoh, dan hubungan kami kini lebih baik dari sebelumnya," ujar Donald Trump, seperti dikutip dari The New York Times, Jumat 25 September 2026.

Trump menyampaikan pernyataan tersebut sebagai cerminan persahabatan antara kedua negara, terlepas dari perbedaan yang telah lama ada antara Washington dan Beijing.

Dalam jamuan makan malam itu, ia juga menyerahkan hadiah kepada Xi yang merupakan karya seorang seniman Amerika.

"Dalam semangat persahabatan tersebut, merupakan suatu kehormatan bagi saya untuk menyerahkan hadiah kepada Presiden Xi yang dibuat oleh seniman Amerika yang luar biasa dan dirancang melalui kerja sama pribadi antara Melania dan saya sendiri," kata Trump.

Daftar tamu yang didominasi tokoh teknologi, pilihan busana mereka, pengaturan tempat duduk, bahasa tubuh sepanjang malam, hingga menu yang disajikan: inilah detail-detail diplomasi yang lebih santai—dan sering kali lebih glamor.

Hal-hal tersebut akan diamati dengan cermat dalam jamuan makan malam kenegaraan Kamis (24 September), yang berpotensi memberikan petunjuk mengenai situasi sebenarnya antara Presiden Donald Trump dan pemimpin Tiongkok Xi Jinping terkait isu-isu kebijakan substansial yang dibahas secara tertutup.

Para pemimpin tersebut mungkin telah berfokus pada perdagangan dan kecerdasan buatan selama jam kerja, bahkan di tengah berlangsungnya sengketa terkait Amandemen Pertama mengenai akses pers di Gedung Putih. Namun setelah itu, perhatian beralih pada detail-detail mencolok dari jamuan makan mewah untuk menghormati Xi dan istrinya, Peng Liyuan, di Ruang Timur (East Room) Gedung Putih.

"Semua orang ingin hadir di sana. Itu adalah undangan yang paling banyak diburu,” ujar Trump saat Sidang Umum PBB minggu ini.

Saat ditanya pada Senin malam mengenai siapa saja yang akan hadir, presiden menjawab, "kira-kira semua orang," seraya menambahkan, "Bisa dibilang ada seluruh kalangan dunia teknologi, dunia perbankan, dan banyak lagi."

Pendekatan baru AS-Tiongkok

Dalam jamuan makan malam kenegaraan tersebut, Xi menyatakan bahwa Tiongkok dan AS harus menjajaki pendekatan baru bagi negara-negara besar untuk dapat hidup berdampingan dengan baik.

“Kedua negara harus bertindak sebagai kekuatan besar yang bertanggung jawab,” ujar Xi.

Jamuan makan malam ini diharapkan dapat menampilkan "suasana positif seputar kunjungan tersebut" dan menunjukkan bahwa "presiden sangat berfokus untuk memperlihatkan kehangatan serta hubungan pribadi yang erat dengan Xi," kata Edgard Kagan, penasihat senior dan ketua bidang studi Tiongkok di Center for Strategic and International Studies.

Kantor Ibu Negara Melania Trump menyatakan bahwa ia turut membantu persiapan jamuan makan malam tersebut, yang menyajikan hidangan pembuka berupa velouté atau labu kuning dengan jamur liar, rempah segar, pancetta renyah, dan siraman minyak daun bawang.

Setelah itu, para tamu akan disuguhi ikan sea bass berbalut wijen dengan baby bok choy yang dimasak perlahan, terong panggang, dan saus verte. Hidangan penutupnya adalah crémeux vanila dengan confit ceri asam dan frangipane kenari, serta es krim yang menggunakan madu dari Gedung Putih.

Trump telah berupaya untuk mengungguli Xi setelah kunjungan ke Beijing sebelumnya.

Jamuan makan malam ini berlangsung setelah presiden mengambil langkah yang tidak biasa dengan menyambut langsung Xi dan istrinya pada hari Rabu saat mereka tiba di Joint Base Andrews di luar Washington. Biasanya, presiden menunggu tamu kunjungan kenegaraan tiba di Gedung Putih sebelum memberikan sambutan resmi.

Karpet merah sepanjang 30 meter dibentangkan untuk menyambut pesawat Xi, sementara pasukan kehormatan yang terdiri dari 21 personel berbaris di kedua sisinya. Dua anak Amerika menyerahkan buket bunga berwarna kuning kepada Xi dan istrinya, serta terdapat atraksi terbang lintas (flyover) yang gemuruh melibatkan dua pesawat pengebom B-1.

Selain itu, dalam upacara penyambutan lainnya yang berlangsung di Gedung Putih pada Kamis, Trump dan Xi menyaksikan parade militer di South Lawn. Saat itu, Presiden AS tersebut menyatakan, "Sejak pemilihan pertama saya pada tahun 2016, Presiden Xi dan saya telah menjalin persahabatan."

Acara jamuan makan malam hari Kamis ini akan dihadiri oleh sejumlah tokoh raksasa industri teknologi, termasuk pendiri Amazon Jeff Bezos, Elon Musk dari Tesla dan SpaceX, Sundar Pichai dari Google, Presiden OpenAI Greg Brockman, serta Michael Dell, CEO Dell Technologies.

Saat Trump berkunjung ke Beijing pada bulan Mei lalu, Xi menjamunya dalam sebuah perjamuan kenegaraan yang digelar di bawah lampu gantung megah di Great Hall of the People. Acara tersebut juga dihadiri oleh banyak tokoh teknologi terkemuka yang kemungkinan besar akan hadir di Gedung Putih kali ini, seperti Tim Cook (CEO Apple), Musk, dan Jensen Huang (CEO Nvidia).

Sejak saat itu, Trump mulai menyebut ruang dansa Gedung Putih yang sedang ia bangun sebagai "Great Hall of the United States" (Balai Agung Amerika Serikat) sebagai tandingan bagi tempat ia bersantap di Tiongkok.

(Fajar Nugraha)