Ilustrasi Transjakarta. Foto: MI.
TransJakarta Diminta Menindak Tegas Pelaku Pelecehan Seksual
Anggi Tondi Martaon • 2 January 2026 18:03
Jakarta: Analis kebijakan transportasi Azas Tigor Nainggolan meminta pihak TransJakarta menindak tegas pelecehan seksual dengan melaporkan pelaku ke polisi. Hal itu harus dilakukan untuk menimbulkan efek jera.
"Perlu penanganan tuntas dan dikenakan sanksi hukum tegas terhadap pelaku agar ini menjadi menjadi edukasi publik dan efek jera terhadap calon pelaku lainnya," kata Tigor dikutip dari Antara, Jumat, 2 Desember 2026.
Hal itu disampaikan Tigor terkait seorang penumpang perempuan yang mengalami pelecehan seksual di dalam bus Transjakarta rute 1A (Balai Kota-Pantai Maju) pada 1 Januari 2026. Tigor meminta agar ada pendampingan kepada korban untuk mengurangi trauma atas kejadian pelecehan seksual yang dialaminya.
"Pendampingan juga dibutuhkan agar dia berani melaporkan ke polisi kejadian pelecehan seksualnya, didampingi oleh pengelola bus Transjakarta," ujar Tigor.
Kondisi penuh sesak ini rawan terjadi tindak pidana. Seperti pelecehan seksual dan pencurian.
Oleh karena itu, sebagai pencegahan, pengelola layanan angkutan umum diminta untuk tetap memastikan layanannya aman dan nyaman bagi penumpang, terutama perempuan, dewasa rentan dan anak.
"Operator angkutan umum dapat mengaktifkan seluruh sistem kontrol layanan, bisa dengan kamera pengawas (CCTV) dan petugas dalam kereta atau bus Transjakarta agar penanganan dan pencegahan bisa lebih cepat dan tuntas menolong korban dan calon korban," tutur Tigor.

Ilustrasi pelecehan seksual. Foto: Medcom.id.
Selain itu, operator angkutan umum dinilai perlu memberikan edukasi terhadap pengguna atau penumpang, misalnya dengan menyampaikan informasi terbuka dan menyediakan sistem pelayanan korban pelecehan seksual secara responsif, cepat, dan ramah agar korban pelecehan seksual merasa aman dan terlindungi.
"Tindakan respon cepat dan terbuka ramah dan penanganan tuntas ini akan dapat terus mendukung serta menumbuhkan kepercayaan masyarakat agar selalu mau menggunakan layanan transportasi umum Jakarta," ungkap Tigor.