Presiden AS Donald Trump dan Presiden Kolombia Gustavo Petro. (EFE / Presidencia de Colombia)
Maduro Ditangkap dalam Operasi AS, Trump: Presiden Kolombia Harus Berhati-Hati
Willy Haryono • 4 January 2026 11:49
Washington: Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melontarkan peringatan keras kepada Presiden Kolombia Gustavo Petro menyusul operasi militer AS yang menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro dan memindahkannya keluar dari negara tersebut. Retorika Trump juga meluas ke Kuba serta dinamika politik kawasan Amerika Latin.
Saat ditanya dalam konferensi pers di Florida mengenai pernyataan Petro yang meremehkan potensi dampak lanjutan dari serangan AS ke Venezuela, Trump menuduh pemimpin Kolombia itu membiarkan produksi dan perdagangan narkotika yang mengalir ke Amerika Serikat.
“Dia memiliki pabrik-pabrik kokain. Dia punya fasilitas tempat kokain dibuat. Mereka mengirimkannya ke Amerika Serikat,” kata Trump, dikutip dari TRT World, Minggu, 4 Januari 2026. Ia menambahkan bahwa Petro “harus berhati-hati.”
Menjelang operasi di Venezuela, Trump berulang kali menuding Caracas sebagai salah satu sumber utama aliran narkoba ilegal ke AS. Tuduhan itu digunakan untuk membingkai serangan tersebut sebagai bagian dari upaya keamanan regional yang lebih luas.
Kuba Berpotensi Jadi Fokus Kebijakan AS Berikutnya
Trump juga mengarahkan kritiknya kepada Kuba, menyebut negara tersebut sebagai “negara yang gagal” dan menyalahkan kepemimpinannya atas kesulitan ekonomi yang telah berlangsung selama puluhan tahun. Ia mengisyaratkan bahwa Kuba dapat segera menjadi fokus pembahasan kebijakan Amerika Serikat.“Rakyat di sana telah menderita selama bertahun-tahun,” ujar Trump. “Kami ingin membantu rakyat Kuba, tetapi kami juga ingin membantu mereka yang dipaksa keluar dari Kuba dan kini tinggal di negara ini,” tambahnya.
Pernyataan itu disampaikan di Florida, wilayah dengan komunitas warga keturunan Kuba yang besar dan berpengaruh secara politik.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio, yang berdiri di samping Trump, menyampaikan penilaian yang lebih keras terhadap Havana. Menyebut Kuba sebagai “sebuah bencana,” Rubio menuduh pejabat Kuba memainkan peran sentral dalam menopang pemerintahan Maduro.
“Semua pengawal yang membantu melindungi Maduro, seluruh badan intelijennya, dipenuhi orang Kuba,” kata Rubio.
Ia berpendapat bahwa salah satu masalah terbesar Venezuela adalah apa yang ia sebut sebagai pengaruh Kuba yang berlebihan. “Salah satu masalah terbesar yang dihadapi rakyat Venezuela adalah mereka harus mendeklarasikan kemerdekaan dari Kuba,” ujarnya.
Pernyataan-pernyataan tersebut menegaskan meningkatnya ketegangan antara Washington dan sejumlah pemerintahan Amerika Latin setelah operasi besar AS di Venezuela, di tengah para pemimpin kawasan menimbang dampak diplomatik dan keamanan dari langkah tersebut.
Baca juga: Trump Ancam Tokoh Politik dan Militer Venezuela usai Penangkapan Maduro