Delegasi AS Akan ke Lebanon untuk Implementasi Kesepakatan Israel-Hizbullah

Delegasi AS akan mengunjungi Lebanon untuk membantu implementasi kesepakatan penarikan bertahap pasukan Israel dari Lebanon. (Anadolu Agency)

Delegasi AS Akan ke Lebanon untuk Implementasi Kesepakatan Israel-Hizbullah

Willy Haryono • 11 July 2026 10:24

Beirut: Delegasi militer Amerika Serikat (AS) dijadwalkan mengunjungi Lebanon dalam beberapa hari ke depan guna membantu implementasi kesepakatan kerangka yang bertujuan mengakhiri konflik antara Israel dan Hizbullah.

Mengutip laporan Financial Times yang mengutip dua pejabat senior Lebanon, Jumat, 10 Juli 2026, delegasi dari Komando Pusat Militer Amerika Serikat (CENTCOM) diperkirakan tiba di Beirut sebelum dimulainya pembicaraan teknis antara Lebanon dan Israel di Roma, Italia, pekan depan.

Pembahasan tersebut akan difokuskan pada pelaksanaan kesepakatan kerangka yang dimediasi Amerika Serikat dan disepakati kedua pihak pada 26 Juni lalu.

Kesepakatan tersebut mengatur penarikan bertahap pasukan Israel dari wilayah Lebanon yang masih diduduki.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS mengonfirmasi kepada Anadolu bahwa CENTCOM saat ini tengah melakukan koordinasi erat dengan Lebanon dan Israel pada tingkat teknis maupun logistik, meski tidak memberikan komentar mengenai rencana kunjungan delegasi tersebut.

"Kami telah memasuki tahap implementasi dari kesepakatan kerangka tersebut. Zona percontohan pertama akan mulai dijalankan dalam hitungan hari, sementara zona-zona berikutnya sedang dipetakan dan direncanakan," kata pejabat tersebut dengan syarat anonim.

Ia menambahkan Amerika Serikat juga akan segera menjalin komunikasi dengan mitra internasional guna membantu pemerintah Lebanon memulihkan kedaulatannya di wilayah-wilayah yang menjadi bagian dari implementasi kesepakatan.

"Kami akan segera mulai menjangkau mitra internasional untuk membantu Pemerintah Lebanon memulihkan kedaulatannya secara efektif di zona-zona tersebut dan di seluruh wilayah negara secara lebih luas," ujarnya.

Hingga kini, CENTCOM belum memberikan komentar resmi mengenai laporan tersebut.

Menurut data Kementerian Kesehatan Lebanon yang dirilis pada Rabu, serangan Israel sejak 2 Maret telah menewaskan sedikitnya 4.321 orang dan melukai 12.204 lainnya.

Meski terdapat kesepakatan penarikan bertahap, pasukan Israel hingga kini masih menempatkan personel di sejumlah wilayah Lebanon selatan.

Sebagian wilayah tersebut telah diduduki selama beberapa dekade, sementara sebagian lainnya direbut selama perang 2023-2024. Dalam ofensif terakhir, pasukan Israel dilaporkan sempat bergerak lebih dari 10 kilometer ke dalam wilayah Lebanon.

Baca juga:  Militer Zionis Israel Kembali Agresi ke Lebanon

(Willy Haryono)