Harga Emas Dunia Merosot

Ilustrasi emas. Foto: Pixabay

Harga Emas Dunia Merosot

Eko Nordiansyah • 13 March 2026 08:59

Chicago: Harga emas dunia turun pada Kamis, 12 Maret 2026, karena gelombang baru kekhawatiran inflasi yang dipicu oleh kenaikan harga minyak membebani sentimen. Konflik yang sedang berlangsung di Iran menunjukkan sedikit tanda-tanda akan berakhir, dengan pemimpin baru negara itu mengatakan Selat Hormuz yang penting harus tetap tertutup.

Dilansir dari Investing.com, Jumat, 13 Maret 2026, harga emas spot XAU/USD turun 1,5 persen menjadi USD5.099,82 per ons dan harga emas berjangka turun 1,4 persen menjadi USD5.105,16 per ons.

Harga minyak kembali melonjak

Harga minyak melonjak pada hari Kamis, setelah pemimpin baru Iran, Mojtaba Khamenei, mengatakan Selat Hormuz akan tetap ditutup. Jalur air yang sempit ini merupakan titik kritis yang dilalui seperlima pasokan minyak dan gas dunia.

Badan Energi Internasional memperingatkan, penutupan selat tersebut telah menyebabkan gangguan pasokan terbesar dalam sejarah pasar minyak global.

Para pelaku pasar dan analis khawatir lonjakan harga minyak yang besar akan berdampak pada seluruh dunia dalam bentuk guncangan inflasi. Harga minyak mentah Brent berjangka, patokan global, terakhir kali berada di sekitar USD100 per barel.

(Ilustrasi. Foto: Unplash)

Emas tertekan oleh dolar dan ekspektasi pemotongan suku bunga

Sejak konflik Iran pecah pada akhir Februari, emas sebagian besar tetap berada di bawah tekanan, sementara dolar telah muncul sebagai aset safe haven pilihan yang lebih populer. Emas batangan terus berfluktuasi antara level USD5.000-USD5.200 per ons.

Bank sentral, seperti Federal Reserve, mungkin terpaksa mempertimbangkan kembali pemotongan suku bunga jangka pendek jika inflasi meningkat. Biaya pinjaman yang lebih tinggi dapat menarik lebih banyak investasi asing, memperkuat daya tarik dolar.

Dolar AS yang lebih kuat dapat menekan harga emas, membuat logam mulia ini lebih mahal bagi pembeli luar negeri dan mengurangi daya tariknya sebagai aset safe haven tradisional. Indeks Dolar terakhir naik sekitar 0,3 persen.

Data inflasi PCE Ditunggu


Selain konflik Iran, investor juga memantau data inflasi AS minggu ini. Angka indeks harga konsumen pada hari Rabu menunjukkan inflasi sebagian besar tetap stabil pada bulan Februari dibandingkan bulan sebelumnya. Namun, data tersebut tidak mencerminkan lonjakan inflasi akibat kenaikan harga minyak karena kampanye AS-Israel di Iran.

Indeks harga pengeluaran konsumsi pribadi untuk Januari, yang akan dirilis akhir pekan ini, diharapkan memberikan lebih banyak petunjuk tentang inflasi AS. Yang terpenting, angka tersebut adalah ukuran inflasi pilihan The Fed, dan kemungkinan akan menjadi faktor dalam ekspektasi suku bunga jangka panjang.

Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow  akun
Google News Metrotvnews.com
(Eko Nordiansyah)