Hujan Deras 24 Jam, 3 Kecamatan di Lumajang Diterjang Banjir dan Longsor

Kondisi rumah terdampak lahar hujan Gunung Semeru di Desa Purorejo, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (2/11/2026). ANTARA Jatim/Irfan Sumanjaya/mas.

Hujan Deras 24 Jam, 3 Kecamatan di Lumajang Diterjang Banjir dan Longsor

Lukman Diah Sari • 3 November 2026 14:55

Jakarta: Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyatakan peristiwa bencana banjir, tanah longsor, dan tanggul jebol telah menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Bencana terjadi akibat guyuran hujan dengan intensitas tinggi dalam 24 jam terakhir.

"Curah hujan tinggi yang berlangsung sejak 1-2 November 2026 malam memicu luapan sungai, kerusakan tanggul, hingga pohon tumbang di daerah tersebut," ujar Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton Panjaitan di Jakarta, Selasa, 3 November 2026, melansir Antara.

Berdasarkan laporan kejadian, bencana ini berdampak di tiga kecamatan yakni Pasirian, Jatiroto, dan Tempursari, yang mencakup delapan desa meliputi Gondoruso, Rojopolo, Purorejo, Tempursari, Bulurejo, Punorejo, Kaliuling, dan Pundungsari.

Direktorat Pengendalian Operasi BNPB mengkonfirmasi pendataan sementara mencatat sebanyak 1.417 Kepala Keluarga (KK) serta 1.417 rumah terdampak akibat bencana hidrometeorologi ini.

"Bencana juga turut mengganggu akses jalan, jaringan listrik, hingga sektor lahan pertanian warga," kata Berton.

Kondisi rumah terdampak lahar hujan Gunung Semeru di Desa Purorejo, Kecamatan Tempursari, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, Senin (2/11/2026). ANTARA Jatim/Irfan Sumanjaya/mas.

Dia memastikan im Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lumajang dan tim gabungan lainnya masih melakukan penanganan darurat dan pendataan di berbagai titik, termasuk membuka kembali akses jalan yang tertutup longsor pada jalur tembus Tamansari-Iburaja.

Selain itu petugas terus memantau wilayah-wilayah yang terisolasi, rumah warga yang terancam rusak, perkembangan debit sungai, jembatan limpas, serta kondisi tanggul guna mengantisipasi potensi bencana susulan, sembari menyiapkan distribusi bantuan logistik darurat bagi masyarakat terdampak.

(Lukman Diah Sari)