Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan. Foto: Metrotvnews.com/Duta Erlangga
Tingkatkan Kesejahteraan Nelayan, Ini Jurus Menko Pangan
Eko Nordiansyah • 8 October 2026 14:43
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengaku mendapatkan tugas untuk meningkatkan nilai tukar nelayan.
Setelah berhasil mendorong nilai tukar petani, kini ia berupaya memperbaiki kehidupan para nelayan.
"Nelayan itu nilai tukarnya 103, bagaimana dia bisa hidup? Bayangkan kalau nelayan itu tidak diberi beras, diberi bantuan tunai, itu tidak bisa hidup, enggak bisa menyekolahkan anaknya. Masa kita diam," kata dia dalam acara 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran: Kerja Nyata Melanjutkan Asta Cita yang diselenggarakan Metro TV di Hotel Indonesia Kempinski, Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026.
Kondisi nelayan yang tidak sejahtera ini akhirnya dimanfaatkan para tengkulak dengan memberikan harga murah. Selain itu, rendahnya nilai tukar nelayan ini membuat nelayan Indonesia lemah dan kalah saing dibandingkan dari negara lain.
"Kalau nelayan kita lemah, laut kita yang kaya itu siapa yang ambil ikannya? Nelayan yang kuat. Siapa nelayan yang kuat? Dari Thailand, Tiongkok, Vietnam, dari Jepang, diambil ikan kita. Kata Menteri Kelautan dan Perikanan itu Rp250 triliun satu tahun," ujar Zulhas.
Stategi tingkatkan nilai tukar nelayan
Untuk itu, Zulhas mengatakan, pemerintah akan fokus membenahi kehidupan para nelayan. Menurut data yang ada, Indonesia memilili 3,2 juta nelayan yang tersebar di 84 ribu desa di Indonesia, 12 ribu desa pesisir, dan 2.910 desa nelayan."Kita akan bikin kampung nelayan dimana ada nelayan di situ. Kita bikinkan di situ balai lelang. Kita buatkan di situ bengkel untuk perahu-perahunya. Kita bikin SPBN untuk solarnya di situ,” kata Zulhas.
Kita bikin pabrik es agar dia punya daya tawar yang tinggi. Kita akan bikin cold storage disitu. Kita bikin koperasi kampung nelayan di situ agar bisa marketnya lebih luas," pungkas Zulhas.