Ilustrasi perdagangan di New York Stock Exchange. Foto: Xinhua/Michael Nagle.
Saham Teknologi Bangkit, Wall Street Kompak Menguat
Ade Hapsari Lestarini • 27 October 2026 07:57
New York: Saham-saham Amerika Serikat (AS) di Wall Street ditutup lebih tinggi pada perdagangan Senin waktu setempat. Saham sektor teknologi memimpin pemulihan setelah aksi jual pekan lalu, sementara harga minyak turun di tengah harapan meredanya ketegangan di Timur Tengah.
Melansir Xinhua, Selasa, 27 Oktober 2026, indeks Dow Jones Industrial Average naik 146,42 poin, atau 0,28 persen menjadi 52.361,58. Indeks S&P 500 bertambah 53,09 poin atau 0,7 persen menjadi 7.676,77. Indeks Nasdaq Composite meningkat 214,04 poin atau 0,82 persen menjadi 26.169,38.
Tujuh dari 11 sektor utama dalam indeks S&P 500 berakhir di zona hijau, dengan sektor teknologi dan industri memimpin kenaikan, masing-masing tumbuh sebesar 1,5 persen dan 1,4 persen. Sektor layanan komunikasi dan barang kebutuhan pokok konsumen mencatat penurunan, masing-masing sebesar 1,42 persen dan 0,13 persen.
Harga minyak melemah
Harga minyak melemah di tengah harapan akan deeskalasi di Timur Tengah. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) ditutup ke level USD101,76 per barel atau turun 1,46 persen. Sementara minyak mentah Brent ditutup ke USD115,81 per barel atau turun 0,78 persen.
Penurunan harga minyak dunia terjadi menyusul laporan mediator dari Qatar berada di Teheran untuk mendorong upaya deeskalasi yang dikoordinasikan oleh AS. Selain itu, Presiden AS Donald Trump pada Minggu menyatakan tidak akan ada serangan terhadap Iran pada hari tersebut.
Di sisi korporasi, Anthropic secara resmi mengajukan prospektus untuk penawaran umum perdana (IPO) pada Senin, dengan rencana untuk melantai di bursa Nasdaq menggunakan kode saham ANT pada pertengahan November.
Pendapatan Anthropic mencapai total USD16,29 miliar pada paruh pertama 2026, meningkat dari USD1,16 miliar pada periode yang sama tahun sebelumnya, dengan kerugian bersih sebesar USD80,7 miliar yang sebagian besar disebabkan oleh beban nontunai. Para pendukung perusahaan ini telah menyebutkan angka valuasi sekitar USD1,5 triliun.
.jpg)
Ilustrasi. Foto: Magnific.
Saham sektor cip memimpin pemulihan; Nvidia naik 2,39 persen, sementara Arm Holdings dan Synopsys masing-masing melonjak lebih dari enam persen dan lima persen. Saham Tesla naik 5,21 persen menjadi USD391,62 setelah Barclays meningkatkan peringkat saham tersebut menjadi overweight dan menaikkan target harganya dari USD370 menjadi USD450 dolar, dengan alasan potensi nilai tambah dari kemungkinan penggabungan dengan SpaceX.
"Secara keseluruhan, angka-angka tersebut menunjukkan pertumbuhan yang sangat fantastis dan mencengangkan dari basis pelanggan yang semakin luas, seiring dengan langkah agresif ANT dalam menyasar pasar korporat di tengah Revolusi AI ini," ujar Dan Ives dari Wedbush Securities.
Sementara itu, saham Verizon turun sekitar 3,5 persen meskipun kinerja keuangannya melampaui ekspektasi. Verizon mencatatkan pendapatan sebesar USD34,31 miliar, angka yang berada di bawah estimasi, meskipun perusahaan berhasil menambah 406 ribu pelanggan telepon pascabayar, yang merupakan pencapaian kuartal ketiga terbaik dalam lima tahun terakhir. Saham Netflix turun hampir tiga persen, dan Merck menjadi saham dengan kinerja terburuk di indeks Dow, dengan penurunan lebih dari tiga persen.
Indeks manufaktur AS menguat
Dari sisi ekonomi, Indeks Manufaktur Texas yang dirilis oleh Dallas Federal Reserve naik menjadi 13,4 pada Oktober dari 9,8 pada September, melampaui ekspektasi sebesar 7, meskipun indeks produksinya justru turun 14 poin.
Federal Reserve saat ini berada dalam periode tenang (quiet period) menjelang pertemuan Rabu. Menurut data CME FedWatch, para pelaku pasar memperkirakan peluang sekitar 90 persen para pengambil kebijakan akan mempertahankan suku bunga di kisaran 3,75 persen hingga empat persen.