Ilustrasi. Foto: Freepik.
Kontrak Berjangka Saham AS Menguat Tipis, Pasar Menanti Pertemuan The Fed
Eko Nordiansyah • 26 October 2026 08:08
New York: Kontrak berjangka indeks saham AS naik tipis pada Minggu malam, 25 Oktober 2026, setelah mencatatkan penurunan tajam yang dipicu oleh sektor teknologi selama sepekan terakhir. Kini, perhatian pasar tertuju pada pertemuan Federal Reserve (The Fed) serta serangkaian laporan laba dari perusahaan-perusahaan besar minggu ini.
Dikutip dari Investing, Senin, 26 Oktober 2026, kontrak berjangka S&P 500 naik 0,13 persen ke level 7.669,0 poin. Kontrak berjangka Nasdaq 100 naik 0,1 persen ke level 29.151,50 poin, sementara kontrak berjangka Dow Jones naik 0,12 persen ke level 52.455,0 poin.
Kontrak berjangka kembali stabil setelah indeks S&P 500 dan NASDAQ Composite mencatatkan penurunan selama dua minggu berturut-turut, yang terutama disebabkan oleh anjloknya valuasi di sektor teknologi dan kecerdasan buatan (AI).
Microsoft dan Alphabet akan merilis laporan laba minggu ini
Sejumlah perusahaan besar dijadwalkan merilis laporan laba kuartal ketiga minggu ini, dengan Verizon Communications Inc dan Welltower Inc akan melaporkan kinerja mereka pada hari Senin.Visa Inc, Boeing Co, dan Coca-Cola Co menjadi perusahaan-perusahaan besar yang dijadwalkan merilis laporan laba pada Selasa. Perusahaan teknologi raksasa Alphabet Inc dan Microsoft Corporation dijadwalkan untuk merilis laporan kinerja pada Rabu, sementara Amazon.com Inc akan melaporkan kinerjanya pada Kamis.
Laporan laba dari perusahaan teknologi berskala besar ini diharapkan dapat memberikan wawasan lebih lanjut mengenai tren investasi kecerdasan buatan (AI). Di sisi lain, para investor juga mewaspadai potensi penurunan margin laba akibat investasi bernilai miliaran dolar yang digelontorkan untuk pengembangan infrastruktur AI.
(2).jpg)
(Ilustrasi. Foto: Freepik)
Perhatian juga akan tertuju pada rencana perusahaan-perusahaan tersebut untuk terus berinvestasi dalam AI, sebuah topik yang memicu perdebatan di kalangan investor, terutama di tengah keraguan apakah pengeluaran infrastruktur yang masif ini akan menghasilkan imbal hasil yang memadai.
Sentimen ini telah menjadi beban signifikan bagi valuasi sektor teknologi dan AI dalam beberapa pekan terakhir, ditambah dengan kekhawatiran investor mengenai potensi krisis utang di kalangan penyedia layanan komputasi awan (cloud).
Suku bunga The Fed diperkirakan tidak berubah
Federal Reserve (The Fed) dijadwalkan untuk memulai pertemuan dua hari pada Selasa. Bank sentral AS ini diperkirakan secara luas akan mempertahankan suku bunga, setelah sebelumnya menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin menjadi 4,0 persen pada September.Namun, pasar diperkirakan akan tetap waspada terhadap kemungkinan sinyal hawkish (kebijakan yang cenderung memperketat moneter) dari bank sentral, terutama mengingat tingkat inflasi di AS yang masih sulit untuk diturunkan.
Ekspektasi kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada bulan Desember telah meningkat pesat dalam beberapa pekan terakhir, mengingat tingkat inflasi masih jauh di atas target tahunan The Fed sebesar dua persen.
Konferensi pers Ketua The Fed Kevin Warsh setelah keputusan The Fed pada Rabu diperkirakan akan memberikan lebih banyak petunjuk mengenai prospek suku bunga.