Apa Arti Qaulan Sadida dalam Islam? Ini Makna dan Contoh Perbuatannya

Ilustrasi freepik

Apa Arti Qaulan Sadida dalam Islam? Ini Makna dan Contoh Perbuatannya

Putri Purnama Sari • 30 September 2026 04:51

Jakarta: Qaulan sadida merupakan salah satu istilah dalam Al-Qur'an yang berkaitan dengan tuntunan umat Islam dalam menjaga perkataan. Istilah ini mengajarkan agar setiap perkataan yang disampaikan merupakan ucapan yang benar, jujur, dan sesuai dengan kebenaran.

Qaulan sadida menjadi penting dalam kehidupan sehari-hari karena perkataan seseorang dapat memberikan dampak kepada orang lain. Karena itu, Islam mengajarkan umatnya untuk berhati-hati dalam berbicara, baik secara langsung maupun melalui tulisan dan media sosial.

Arti Qaulan Sadida

Secara bahasa, qaulan sadida berasal dari bahasa Arab, yaitu qaulan yang berarti perkataan atau ucapan, sedangkan sadida berarti benar, lurus, tepat, atau sesuai dengan kebenaran.

Dengan demikian, qaulan sadida dapat dimaknai sebagai perkataan yang benar, jujur, tepat, dan tidak menyimpang dari kebenaran. Konsep tersebut tidak hanya berkaitan dengan kejujuran dalam menyampaikan informasi, tetapi juga mencakup cara seseorang bertanggung jawab atas perkataannya.

Dalil Qaulan Sadida dalam Al-Qur'an

Istilah qaulan sadida disebutkan dalam Surat Al-Ahzab ayat 70. Allah SWT berfirman:



Artinya: “Wahai orang-orang yang beriman! Bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar.” (QS. Al-Ahzab: 70)

Ayat tersebut memerintahkan orang-orang beriman untuk bertakwa kepada Allah SWT sekaligus menjaga perkataan dengan mengucapkan qaulan sadida.

Ayat berikutnya, yakni Surat Al-Ahzab ayat 71, menjelaskan bahwa orang yang melakukan hal tersebut akan mendapatkan perbaikan amal dan ampunan atas dosa-dosanya.
 

Contoh Qaulan Sadida dalam Kehidupan Sehari-hari

Penerapan qaulan sadida sebenarnya dapat dilakukan melalui hal-hal sederhana. Misalnya, mengatakan kondisi yang sebenarnya ketika ditanya, tidak membuat alasan palsu, memberikan informasi sesuai fakta, serta mengoreksi informasi apabila diketahui tidak benar.

Selain itu, qaulan sadida dapat diterapkan ketika seseorang memberikan nasihat. Nasihat sebaiknya disampaikan berdasarkan kebenaran dan dengan cara yang baik, bukan untuk menjatuhkan atau mempermalukan orang lain.

Dalam kehidupan bermasyarakat, prinsip ini juga dapat membantu menciptakan komunikasi yang lebih sehat karena setiap orang berusaha menyampaikan informasi secara jujur dan bertanggung jawab.

(Putri Purnama Sari)