Polisi Uji Balistik Peluru yang Menewaskan Remaja di Makassar saat Tawuran

Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Didik Supranoto, saat diwawancarai, di Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Metrotvnews.com/Muhammad Syawaluddin.

Polisi Uji Balistik Peluru yang Menewaskan Remaja di Makassar saat Tawuran

Muhammad Syawaluddin • 28 September 2026 15:09

Makassar: Polda Sulawesi Selatan masih menyelidiki kematian Rafli Ramadhan, 19, dalam perang antarkelompok di Jalan Al Markaz, Kecamatan Tallo, Kota Makassar. Polisi melakukan uji balistik untuk mengetahui jenis proyektil yang diduga mengenai korban.

Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan Kombes Pol Didik Supranoto mengatakan penyidik masih mendalami kasus tersebut. Uji balistik dilakukan untuk mengetahui ukuran dan jenis proyektil yang ditemukan dalam proses penyelidikan.

"Nanti akan dilakukan uji balistik. Nah, hasil uji balistik inilah yang sedang kita tunggu untuk mengetahui berapa ukuran milimeternya," katanya, di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin, 28 September 2026.

Menurut Didik, hasil uji balistik diharapkan dapat mengungkap ukuran proyektil yang masuk ke tubuh korban. Pemeriksaan juga akan menentukan jenis peluru yang digunakan.

"Uji balistik inilah yang sedang kita tunggu untuk mengetahui berapa ukuran milimeternya, serta apakah menggunakan peluru tajam, peluru karet, atau jenis lainnya. Nanti semuanya akan terbukti dari sana," ungkapnya.
 


Selain melakukan uji balistik, penyidik masih memeriksa sejumlah saksi. Pemeriksaan dilakukan untuk mengumpulkan keterangan terkait peristiwa perang kelompok tersebut.

"Saksi yang diperiksa sejauh ini sudah ada tujuh orang, dan hari ini dilakukan pemeriksaan lanjutan terhadap saksi-saksi lainnya, termasuk dari pihak masyarakat," jelasnya.

Sebelumnya, perang kelompok terjadi di Jalan Al Markaz, Kecamatan Tallo, Makassar. Peristiwa tersebut menewaskan Rafli Ramadhan, 19. Rafli diduga terkena tembakan saat perang kelompok berlangsung. Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 02.50 Wita.

Lima personel Polsek Tallo mendatangi lokasi setelah menerima laporan. Polisi kemudian melakukan pengamanan dan membubarkan kelompok yang terlibat.


Ilustrasi tawuran. Medcom


Kelompok tersebut akhirnya bubar sekitar pukul 04.50 Wita. Setelah itu, polisi mendapat informasi seorang remaja menjadi korban dan telah dibawa ke Rumah Sakit Angkatan Laut untuk mendapatkan perawatan.

"Polsek Tallo pun mendatangi Rumah Sakit Angkatan Laut, kemudian memindahkan korban ke Rumah Sakit Bhayangkara, Makassar," jelasnya.

Setibanya di Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, korban dibawa ke Biddokkes Polda Sulawesi Selatan. Jenazah kemudian menjalani pemeriksaan visum. Atas persetujuan keluarga, polisi juga akan melakukan autopsi untuk mengetahui penyebab kematian korban.

"Dari otopsi inilah nanti akan kita ketahui apa penyebab kematian dari korban," jelasnya.

Hasil uji balistik dan autopsi masih ditunggu untuk memastikan penyebab kematian serta jenis proyektil yang diduga mengenai korban.

(Whisnu M)