Menteri Sosial Saifullah Yusuf saat berkunjung di Sumedang, Jawa Barat, Kamis (1/10/2026). ANTARA/Ilham Nugraha
Kemensos Gunakan Teknologi untuk Koreksi Data Perlinsos Tak Akurat
Achmad Zulfikar Fazli • 1 October 2026 18:11
Sumedang: Kementerian Sosial (Kemensos) menggunakan teknologi untuk mengoreksi data perlindungan sosial (perlinsos) yang tidak sesuai kondisi lapangan, termasuk melalui registrasi ulang dan verifikasi biometrik penerima bantuan. Digitalisasi diperlukan agar penentuan kelayakan penerima bantuan dapat diverifikasi dengan kondisi dan identitas masyarakat yang sebenarnya.
"Kita menghadirkan teknologi agar lebih objektif. Teknologi ini diharapkan bisa menciptakan keadilan dalam program-program perlindungan sosial yang ada," kata Menteri Sosial Saifullah Yusuf di Sumedang, dilansir dari Antara, Kamis, 1 Oktober 2026.
Dia menyebut sistem perlindungan sosial yang dikembangkan pemerintah mencakup lebih dari lima juta keluarga dan akan diperluas hingga mencapai target 48 juta keluarga. Sehingga, akurasi data menjadi kebutuhan penting dalam pelaksanaannya.
Menurut dia, Kemensos melakukan registrasi ulang penerima bantuan sosial dengan dukungan biometrik dan face recognition untuk memastikan orang yang tercatat dalam sistem merupakan penerima manfaat sebenarnya.
"Semua kita registrasi ulang, penerima bansos itu untuk memastikan bahwa yang menerima itu memang sesuai dan berhak menerima. Karena di sini ada biometrik, ada face recognition," ujar Mensos.

Ilustrasi Perlinsos Digital. Foto: Sketsa ChatGPT.
Mensos mengungkapkan pemutakhiran data juga menemukan kasus NIK masyarakat yang dimanfaatkan pihak lain untuk membeli mobil, tanah, membuat perusahaan, dan tercatat sebagai direktur perusahaan. Sehingga, diperlukan verifikasi identitas yang lebih kuat.
Di sisi lain, masyarakat yang dinyatakan tidak layak menerima bantuan oleh sistem tetap dapat mengajukan koreksi apabila kondisi sebenarnya masih membutuhkan, dengan menyampaikan data terbaru untuk dimutakhirkan berdasarkan keadaan di lapangan.
"Teknologi inilah yang kita harapkan membantu agar penjangkauan perlindungan sosial bisa lebih luas dan lebih tepat sasaran," kata Mensos.
Kemensos juga membuka sejumlah saluran pemutakhiran, mulai dari command center, WhatsApp Center, ground check, aplikasi Cek Bansos, hingga Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial-Next Generation (SIKS-NG). Sehingga, data perlinsos dapat terus diperiksa dan diperbaiki.